26 July 2008

Silly Trolley

Sholat Jum'at kali itu ada yang berbeda, karena saya ikut sholat, yee mentang - mentang!
Bukan, karena pada saat itu sekolah kosong, dikarenakan 3 angkatan (2k3, 2k4, 2k5) memutuskan untuk sholat di sebuah plaza di sebelah sebuah sekolah di bilangan mahakan yang saya akan rahasiakan dan tidak akan saya sebutkan "SMA 6"nya.

Plaza itu, bentuknya berputar - putar, bagi yang sudah pernah kesana pasti merasakan untuk naik ke lantai selanjutnya harus menuntaskan satu lap dahulu baru menemukan eskalator.

Plaza itu, juga bukan plaza yang besar, jadi bayangkan saja bila tiga orang angkatan berjalan beriringan, ah..dilihat dari lantai paling atas seperti rombongan semut atau terlihat seperti masyarakat Vatikan yang ingin pergi haji.

Plaza itu, berbentuk bulat, dan kami bertiga angkatan membentuk setengah lingkaran, sambil melakukan gerakan mexican wave berulang - ulang setelah itu bernyanyi - nyanyi (sempat saya bingung apakah kami jemaah sidang jum'at ataukah jemaat kebaktian) hingga akhirnya kami di usir bapak satpam.

Akhirnya dengan memblokir jalan, (ya iyalah siapa juga yang bisa lawan arus tiga angkatan jalan di plaza yang untuk naik ke lantai selanjutnya harus berputar terlebih dahulu?) kami berjalan menuju parkiran, melewati hoka - hoka bento, melewati dua orang di depan hokben yang kepalanya terus bergoyang.

Sholat dengan khusyuknya (mungkin).

Selepas itu bermain - main di parkiran, ampun deh kita maunya apa.

hingga saya menemukan troli menganggur, akhirnya saya memberinya lowongan pekerjaan untuk menjadikannya mobil.

Ah, baru sebentar sudah di omelin orang sana.

akhirnya kami keluar, melewati timezone, ya benar! trolinya masih saya bawa.
(mungkin orang - orang bertanya harus punya berapa kupon untuk bisa ditukarkan dengan troli tersebut).

Berputar - putar, orang hanya bisa berdecak lemas melihat saya membawa troli turun di eskalator.

Hingga akhirnya di lantai paling bawah, sya bertanya dalam hati kemanakah hubungan ini (antara saya dan troli itu) akan dibawa?

Kami membawa keluar troli itu, melewati satpam, berharap dalam hati bisa membawa troli itu keluar untuk menjadikannya pajangan di taman.

Satpam melihat saya, saya melihat satpam, sempat terjadi kebingungan selama kurang lebih 1/2 menit, hingga satpam berkata, "Eh, de, itu trolinya taro sini aja."

Ya..harus sampai disitu hubungan saya dengannya.

Kadang - kadang kalau saya ke supermarket saya suka menangis terharu sendiri apabila melihat troli, terkenang sebuah kisah cinta nan singkat.

Oh troli,
aku kangen kamu,
tak ada yang sepertimu,
yang seliar nafsumu.

2 comments:

  1. claus claus claus resskiJuly 29, 2008 at 2:57 AM

    lebaaaaayy ah wekekekkeke

    ReplyDelete