31 January 2009

Cin mati bertemu Ta

Firdaus ditembus
Jahanam dihantam

Yang ini
Bukan sebatas jauhar
Yang didalam jaswadi
Hanya sebatas mahar
Untuk sesuatu abadi

Buat kamu

Sayang,
Aku bimbang

Aku maju kamu larang
Aku diam kamu hilang
Aku maju kamu hilang
Aku diam kamu larang

Sayang,
Aku gamang

Aku maju kamu tahan
Aku tahan kamu diam
Aku diam kamu hilang
Aku hilang kamu apa?

Sayang,
Aku hilang

Tribut to Eighty-Oners!

Sebuah kisah terjadi di saat ada percobaan di laboratorium

Dimana tersedia Mie, tahu, manggis, Pepaya, mangga, pisang, jambu, Halaaah kenapa jadi nostalgia lagu TK.

Dan dimana ada beberapa item yang harus dibakar memakai spirtus

Lalu ada orang yang malah main masak - masakan

Kita sama - sama paham, siapakah orang ini

Dia membakar tahu, lalu diicip.

Masih wajar.

Di meja juga tersedia telur dan tahu yg telah dicampur larutan lugol dan sebangsanya, sehingga warnanya menjadi hijau pekat dan sisanya menjadi oren layaknya the Jak mania.

Dan dengan batas antara Genius dan Imbecile yang tipis, dia menggabungkan tahu, mie dan manggis lalu dibakar.

Salah seorang temannya mengusulkan untuk memberikan topping larutan lugol berwarna Hijau serta oranye itu ke tahu, mie, manggis dan kawan - kawan yang dari tadi sedang dibakar.

Dan dengan batas antara Genius dan Moron yang tipis, dia menggabungkan itu semua.

Dibakar hingga berwarna kecoklatan, tepatnya kehitaman.

Tunggu sampai aroma "lalet kena raket listrik"nya tercium

Dan dengan batas antara Genius dan Idiot yang tipis, dia mencobanya, saudara - saudara.

Mengunyah dengan nikmatnya.

Hingga akhirnya dia sadar terdiri atas campuran apa saja mainan masak - masakannya itu.

Dan cerita ini diakhiri di atas wastafel

Ini tidak penting

Hanyalah postingan tidak penting

dengan kejadian - kejadian tidak penting

Seperti saat pelajaran agama,

Teman saya ditanya, "Apa itu Zabur?!"

Anak - anak memberikan bisikan - bisikan gaib yang tentu saja menyesatkan

Dan dengan sukses, setelah gurunya menanyakan lagi,

"Heh, ditanya, Zabur itu apa?!"

Diapun menjawab

"Melarikan diri, pak!"

kan gak penting -_-

Ada lagi beda orang, teman saya yang disuruh menyebutkan 5 nama - nama Surah dalam Al-Qur'an

"Al - fatihah, Al - ikhlas, Al - Famart. . ."

kan gak penting -_-

Ada lagi pas istirahat

Samsu, atau yang lebih akrab dengan nama Samyut (Sammy Imut), ditarik paksa untuk kenalan sama anak kelas X, tapi akhirnya dia lari ke lapangan.

Akhirnya hampir seluruh anak laki - laki kelas XI mengejarnya dan membopong dia sambil bernyanyi

"La ilaha ilallah! La ilaha ilallah!"

Kan gak penting -_-

Dan akhirnya dibawa masuk ke kelas, dan anak - anak menutupi pintu,
Sambil bersorak - sorak, menyemangati samsu, tidak ubahnya seperti nonton topeng monyet. (Ya saya wajar lah kenapa anak - anak seperti merasa menonton topeng monyet)

Namun, tiba - tiba suasana berubah sepi,

Ada suara - suara kecil berbisik, "Kepala sekolah, kepala sekolah!"

Dan dibalas dengan Panji yang teriak berisik, "LEBAY ANJING!"

Dan ketika saya menengok ke sebelah kanan

Benar adanya, ada Kepala sekolah yang memakai kacamata tidak pada tempatnya, tidak ubahnya tukang pijat urut berijazah

Kan gak penting -_-

Dan pulang sekolah, Bahasa Inggris, Labi terlelap dalam tidurnya.

Sampai akhirnya bel berbunyi, dia pun masih terlelap dalam tidurnya.

Dan menyiapkan kelas kali itu, dilakukan dengan berbisik.

Kan gak penting -_-

Dan akhirnya semua mengambil tas pelan - pelan, dan meninggalkan Labi yang sendirian.

Abis kasian kalo dibangunan, lo mau gak lagi enak - enak tidur dibangunan?

Engga kan?

Kan gak penting -_-

30 January 2009

Buat mereka

Jikalau semua harus padam
Yang diawali 6 tahun silam
Saya bisa bilang apa?

Sekian lama melayang dalam gelombang
Berlari riang di awang- awang
Kini terhenti, berhenti, menatap gamang

Semua angkat sauh
Perlahan makin jauh

Dan saya hanya bisa merasa
Satu dua yang tersisa

Ikut angkat sauh
Berlayar menjauh

Bahkan yang baru berlabuh
Sedang mengangkat sauh
Sebentar lagi menjauh

Pelabuhan sepi
Karena rekan - rekan mengangkut teh - teh terbaik

Untuk kalian

Untuk kalian yang mati suri
Meninggalkan saya di ladang timun suri
Dan membiarkan si kancil mencuri

Tapi mana si kancil?

Tiada kunjung datang

29 January 2009

Cacat Metal

Tersebut Iqbal
Anak metal
Paling cacat mental
Yang pernah saya kenal

Diawali dari teman saya yang buka - buka lemari kelas, iseng mainan kamper. Tiba - tiba iqbal datang.

"ASIIK MENTOS!"

Diambil, dan langsung dilahap bulat - bulat.

Tak lama dilepeh olehnya seiring tawa yang meledak.

"Goblok! itu kamper, tolol!"

"Oh kamper? pantes gue gigit keras", jawab Iqbal sembari membuang sisa kamper dalam mulutnya

Hilang tanpa bilang Semua dalam kata

Kapan
Dari janda menjadi ganda
Organ tunggal janda campuran

Dengan yang bervolume berlebih
Terbalut rambut
Tebal terpintal

Yang tenggelam dalam secangkir kopi

Pekat

Hitam melekat

Ditambah kanji jadi merekat

Melebur

Seperti bubur

Bubur kertas

Menjadi kanji, jadi merekat

Erat

Dalam dekapan hangat

Jika dan hanya jika
Terjadi saat

Di pintu rumah menyapa
Untuk sebuah iya,
Harganya berapa?


Agar yang berdua
Lekas bersatu
Dalam naungan kata restu

Tapi kadang saya skeptis
Merasa bimbang untuk merintis


Karena merasa tidak pantas
Lalu? Lantas?
Lalu lintas?!

Diburu
Rasa cemburu
Tenang saja,
Saya tidak terburu - buru

Untuk merajut ulang
Antara yang terpintal dengan yang kusut

Memulai awal
Dari ulang
Memulai ulang
Dari awal

Bisa tidak, yah?
Pasti bisa!
Ular saja berbisa
Masa saya tidak bisa

Saya rindu
Melangkah bersama
Rekan dalam tindak kejahatan

Yang hiper dalam hal aktif
Yang hiper dalam hal bola

Bola kasti
Melayang, jatuh, memantul

Jelas karena dipukul

Kalau tidak itu namanya sihir
Karena berakal pakai berpikir

Untuk semua khayal tiap malamnya
Untuk sebuah "rahasia" tiap harinya
Walau yang ada tidak persis bayang dalam awang


Terimakasih Kausa Prima telah memberi

Tangan yang mengulur di kala saya terpuruk
Sebelum semua bertambah buruk

Bahu yang memapah
Serta linggis yang mencongkel paksa
Membuka mata, menatap realita

Memberi pola pandang dan sudut pikir
Baru serta berbeda

Bila memang benar adanya
Ini jawaban sebuah rahasia

Mungkin saya akan girang
Tertawa riang, seraya bernyanyi
"Tereret jungkir balik"

Atau kelak Tony Waluyo Sukmoasih bernyanyi
"Paris Van Java" serta "Ngayogyakarta"

Persetan dengan itu semua!

Karena saya tahu Engkau tahu
Segala sesuatu yang saya tidak tahu

Kapan
Dari janda menjadi ganda
Organ tunggal kutunggu gandamu

21 January 2009

Ratapan anak sekolah

Malam sebelum hari ini, tidur saya gak bisa nyenyak. Seperti malam - malam sebelumnya.

Entah pengaruh dari mata, atau memang ada yang salah dengan keseimbangan saya,

Yang pasti setiap saya baring di kasur, rasanya kaya kamar saya muter - muter gitu, pusing sendiri. Mungkin itu faktor dari saya yang naik odong - odong dengan posisi kayang tempo hari.

Pagi harinya, HP sepi. Seperti hari - hari sebelumnya.

so so so, Udahlah Lip ikhlasin aja.


Ya pokoknya, saya akan jelaskan jadwal pelajaran saya hari ini.

Matematika - Pak Hariyana
Seni Musik - Pak Bayu
Olahraga - Pak Hilman
Sejarah - Pak Bagus
B. Indo - Pak Arvi

Sebenarnya, hari rabu itu adalah surganya bagi kelas saya, karena ya..

Matematika gurunya sibuk sendiri
Seni Musik gurunya suka pusing sendiri
Olah raga, pelajarannya gitu - gitu doang
Sejarah gurunya suka cerita sendiri ketawa sendiri
Bahasa Indonesia gurunya suka ngelawak sendiri, ketawa sendiri

Dimulai dari masuk, kelas sepi.

Harim - harim pada janjian cabut, jadilah kelas kita batangan semua dengan 5 perempuan yang tersisa.

Dan masuk pada pelajaran

MATEMATIKA


Karena gurunya suka monolog, jadi ya beliau nerangin sendiri, murid - murid juga sibuk sendiri. Ada yang main HP, ada yang ngobrol, ada yang koprol. Jadilah kelas itu sebagai kelas terbuka. Murid kelas manapun juga kalo iseng bisa aja masuk kelas saya jika pelajaran itu.

Saya duduk di pojok, seperti biasanya. Ditemani dung stak dung stak dari The Clash / Should i stay or should i go.

Entah kenapa, guru saya kali ini ngeliat dan nyamperin, dia ngomong,

"Tidak pernah mencatat, tidak mengerjakan latihan."

Itu itungannya mah udah galak banget buat Pak Hariyana.

Biasanya mah mau apa aja juga terserah, guru saya yang satu ini liberal.
Pernah suatu kali teman saya mendengarkan musik, headsetnya terlepas, jadilah terloudspeaker.

Pak Hariyana datang, dan meminta HPnya untuk disita. Teman saya memberikan Esianya

beliau mah he'eh - he'eh aja.

Maafkan dosa kami pak

SENI MUSIK


Ditugaskan membawa pianika, karena saya (dan mayoritas kelas) tidak bawa, akhirnya kami berbondong - bondong lah ke kelas satu untuk meminjam.

Kami menuju kelas X-F. Disitu Pak Bayu masih mengajar, jadilah kami menunggu dulu sampai dia keluar.
Ternyata pelajaran setelah Seni Musik di X-F adalah Ekonomi, oleh Bu Norma. Jangan ditanya deh orangnya kaya gimana. Mending piatu daripada punya nyokap kaya dia.

Akhirnya saya dan teman - teman berhasil dapat pianika, dan kembali ke kelas.

Sempat pamer untuk beberapa menit di kelas,
"WOOI GUA DAPET PIANIKA DONG!"

Sampai akhirnya pianikanya diminta lagi sama Bu Norma, dengan alasan ngasihnya lewat jendela. dan kalian tau, PIANIKA (pinjeman) SAYA DOANG YANG DIMINTA!

Dan pas di absen,

"Pilo bawa pianika gak?"
"Gak pak"
"Maju ke depan"
Ya disuruh berdiri bentar
"Turun ke BP, bilang kalo gak bawa pianika."

OLAHRAGA


Olahraga kali ini adalah sit Up, back up, push up, dan diakhiri dengan give up.

Selesainya olahraga, anak - anak mencari bola (untuk bermain bola lah tentunya) dan gak ketemu - ketemu. Hingga saat injury time bolanya baru ketemu.

Pas bel masuk, kami semua balik ke kelas.

SEJARAH


Saya berjalan, guru sejarah di depan saya.

"Pak"
"Kamu belom ganti baju?!"
"Belom pak"
"Yaudah gak usah masuk!!"

Akhirnya, anak - anak memutuskan, yaudahlah udah diusir ini, sekalian aja main bola lagi.

Akhirnya di lapangan, Pak Hilman nyamperin lagi.


"Pelajaran siapa?"
"Pak Bagus, diusir pak!"

Singkat cerita, Pak Hilman naik ke atas, dan balik lagi ke lapangan.

"Pokoknya kalo ampe pak Bagus nyalahin kalo kalian di usir gara - gara pelajaran saya, nilai kalian semua gak ada yang saya masukin!"

BAHASA INDONESIA


Pak Arvi gak masuk, kembali lah saya dengan dung stak dung stak The Clash.

Pulangnya, Alfi ulang tahun.

Dibawa lah dia ke tempat sampah, yang gede gitu.
Di siramlah dia mulai dari air kencing (sumpah, tempat sampahnya gak bau, pas botol aer kencingnya dibuka, baru bau!) sampai ke ceplokan telor.

Akhirnya penceplokan separuh selesai, dan Alfi berniat melakukan serangan balasan.

Berlarianlah kami, dan kenapa juga gue musti jatoh di tengah lapangan.

Di depan situ, halaaah -_-

Dan akhirnya pulang, Sena berniat untuk menebeng Panji. Sesampainya di depan gerbang bertemulah kami dengan Cie.

Dan Cie berkata "Panj, Panj, anterin gue pulang dooooong!"

Bla bla bla, Berebutan jok belakang lah antara Cie dan Sena.

"Ayo dooong! rumah gue kosong nih!", kata Cie

"Ah bohong! pasti masih ada pembantunya!", jawab Dayu

Entah kenapa, kata - kata itu sangatlah lucu bagi saya, Dayu, dan Panji.

Dan perebutan kursi belakang itu dimenangkan oleh. . .

Cie dari sudut biru -_-

dan hal itu sempat menyita waktu saya yang tadinya mau mengerjakan tugas.

Komputer saya rusak, kemaren ke warnet, gak bisa ngeprint, akhirnya hari ini saya berniat ke warnet yang lainnya.

Dan berangkat, bla bla bla, sampailah saya di tempat yang dimaksud.

Dan saya dikejutkan oleh, warnetnya tutup saudara - saudara.

Akhirnya pulang, mandi, hampir kepleset pula di kamar mandi.

Sukur gak ampe jatoh ke kloset.

Kalo ampe jatoh, trus flushed, bisa hilang tiba - tiba lah gue.

Dan berkumandanglah lagu, "Pergi tanpa pesan"

ha ha ha






Moral dari cerita ini:

MAKANYA KULIAH, LIP!

20 January 2009

Saya gak habis pikir

Kali itu, saya berada di Jok belakang motor Ayrton, Motor Ayrton dibelakang motor Bram, menuju BurJo.

Melewati dua orang anak SMP Sumbangsih, Ayrton sigap bertanya,

"Mau kemanaaa?"

Sepersekian detik berselang, bertemulah ban depan motor Ayrton, dengan sela antar ban belakang dan knalpot motor Bram.

Jadi akan seperti ini kalau dijadikan Dialog

2 anak SMP berjalan

Ayrton : Mau kemanaa??
Saya : Ya kalii, tooon?!! -_-
Ayrton : Hahahah

GUBRAK

Saya : Goblok

Gubrak

Saya : Laaah goblok goblok goblok!
Ayrton : Lah lah lah

GUBRAK GUBRAK GUBRAK
BRAAAAK

hop

akhirnya turun lah, memeriksa keadaan,

ternyata ban Ayrton masuk di antara sela - sela antara ban belakang dan knalpot Bram,

dua motor itu menjadi satu

inikah cinta?

Tuh kan apa gue bilang

Pagi itu diawali dengan

Resleting tas saya yang melesat jauh dari orbitnya, singkat kata ransel kulit hitam saya rusak.

Ayo ayo

yang sayang saya

ada yang mau beliin saya ransel baru?

kalo bisa sih yang kotak kaya tas Nobita.

kalo ada yang mau

transfer aja tasnya ke rekening saya hahah

19 January 2009

Plered hari 3

Hari ketiga, gak banyak yang terjadi, soalnya udah mau pulang.

Saya baru diceritakan, bahwa pada malam pertama, pas saya lagi main - main ke rumah harim - harim, guru komputer saya, sebut saja HerKom, datang ke rumah saya.

"Pak, ngapain pak? itu matanya ngapa merah banget", tanya teman saya

"Iya bapak ketiduran, bangun - bangun udah ditinggal ama guru - guru, yaudah bapak pinjem kamar mandi yah", jawab dia

Dipinjem buat dipake kok, bukan dipinjem dibawa pulang, emangnya dia Jinnya Nabi Sulaiman, apa?!

Tiba - tiba, dia berisik sendiri, gedor - gedor pintunya, anak - anak dan guru pembimbing saya turun.

"Bukain saya"

dia terus ngomong gitu, guru pembimbing dan anak - anak pun naik ke atas.

"Bukain saya, ada yang ngonciin saya!"

"Bukain saya, ada yang ngonciin saya!"

"Bukain saya, ada yang ngonciin saya!"

Ayolah pak, itu kuncinya di dalem gitu -_-

Tak lama, teman saya Alif (kakak dari Ba dan Ta, serta Tsa dan Jim) datang.

Anak - anak sih tadi pamit buat main bola, pas diliat kok Alif mukanya kok kesakitan gitu megangin tangan, mungkin dia maag karena telat makan. Tapi ternyata tangannya terkilir.

"Kenapa Lu? jatoh main bola?"

"Nggak, jatoh dari kebo!"

Tadinya saya pikir jawaban itu bercanda, ternyata dia benar - benar jatuh dari kerbau -_-, jahat amat sih, kayanya kebo aja ogah dinaikin dia, hahah.

Akhirnya, saya, Takur, Labi ke kelurahan untuk menanyakan data, dan bla bla bla beres - beres, operasi (caesar) semut, dan gak lama pulang.

Akhirnya pulang, dan di bis juga gak banyak yang bisa diceritakan.

Palingan soal temen saya yang bakat jadi model, tidur aja masih gaya.

Ya tangannya diangkat ke atas, yap kiri dikit, dagunya angkat dikiit, oop!! iya siap yah, satu, dua..

Cekrek...



Kalau ada yang nanya, "itu gak bau apa keteknya diangkat gitu?"



Liat aja, Ical aja disebelahnya ampe tutup idung.

Dan selain saya jadi fotografer (orang tidur) keliling (bis), saya juga membuktikan dan ternyata benar adanya bahwa Kopiko memang permen kopi nomer satu di Dunia (Lain)

Dengan cara, teman saya yang sedang tertidur, dan mangap, karena kasihan dia mengantuk, akhirnya saya berniat baik memberikannya permen kopiko agar segar kembali. Saya bukakan permen kopiko, saya suapin deh ke mulutnya yang sedari tadi menganga. Dan akhirnya, benar saja, dia bangun dan segar kembali.

Niat saya kan baik, soalnya kalo saya biarkan saja dia mangap gitu, takutnya bibirnya (beserta isinya) kering, dan dirajutlah jaring laba - laba di bibirnya.

halah, yasudahlah, Jakarta makin dekat.

dadah Plered, dadah Lucu, mungkin gak yah bisa ketemu lagi hahahah (cuplikan iklan Conello)

Plered hari 2

Hari kedua, saya jadi juara harapan 3 bangun paling siang. Iyadeh, saya ngaku saya juara 3, setelah Indra (Takur) yang pingsan, dan Rindra (Labi) yang menjadi bangkai. Hahahah, bahkan saat anak - anak pulang selesai main bola dengan AKAMSI (anak kampung situ), kami masih tidur. Paling parah sih Labi, udah bangun, terus gak diajak ngobrol bentar aja, udah telap lagi.

Akhirnya hari ini, kami menuju tempat pembuatan keramik kemarin, untuk membuat keramik sendiri, akhirnya ya, kami membuat keramiklah sambil bernyanyi - nyanyi "Blue Moon!!"



Tapi pembuatan keramik tidak semulus yang dibayangkan, ada bulu - bulunya lah sedikit, mungkin belum diwax.

Soalnya ada Ical (yang jelas ini bukan Ical disemutin I) yang membawa pacul dan membelah dua tiap tanah liat yang anak - anak sedang coba mengubahnya menjadi asbak. Kadang kala dia membuat bulatan besar dari tanah liat dan menjatuhkannya ke atas tanah liat yang sedang diolah anak - anak, "SERANGAN ISRAEL!" begitu katanya.

Sedang asik berbluemoon - bluemoon ria, ada bunyi, "ceplung!!", ingat kan tempatnya yang sudah saya gambarkan? Saya sedang berada diatas bambu yang disusun diatas parit. Awalnya saya tidak begitu engeh dengan suara itu, sampai teman saya bertanya, "itu apaan sih ceplang ceplung", tadinya saya cemas sendiri, soalnya kan saya dalam posisi jongkok, ya kali aja gitu ada sesuatu yang keluar diluar kehendak saya, hahaha, akhirnya saya mengintip lewat celah - celah bambu, dan oh tidak.

"Sendal gunungku, ngapain kamu dibawah situ?!" -_-

Tadinya saya pengen ngeikhlasin aja, tapi saya inget - inget lagi, itu belinya pake 2 pasang gambar Soekarno Hatta, jadi saya bertanya lah, "Pak sendal saya gak bisa diselametin apa?"

"Bisa, kamu kesitu tuh (sambil menunjuk) terus masuk deh lewat bawah!"

Akhirnya saya menjalankan perintah, masuk ke dalam parit, hahah, lumayan lah, becek - becekan gitu, jadi masih berasa desanya. Saya ambil, dan akhirnya lewat celah - celah bambu, saya tarik kaki teman saya seperti sebuah scence di film horror Alvin and the Chipmunk. Eh itu bukan film horror yah? yaudahlah terserah deh film apa.

Akhirnya pulang lagi saya main - main di saung dan sekitarnya sambil jeprat - jepret latihan Focus, Labi dan Jibo sedang mandi di empang, sepertinya Labi punya banyak ponakan di sana, dia bahagia sekali dengan ABOKAMSI (Anak bocah kampung situ), tidak lama saya menyusul. Dan tidak lama mereka udahan mandi di empangnya, kurang aja.

Saya dan Jibo sudah diatas, sementar Labi masih di empang, saat dia naik, dijorokin lagi ke aer sama anak kecil, naek lagi, dijorokin lagi, naek lagi dijorokin lagi, saya ampe menggigil sendiri liatnya.

Akhirnya saya pulang, tadinya malamnya saya pengen jalan - jalan ke rumah harim - harim yang rumahnya belum sempat saya datengin di malam sebelumnya, apa daya, hujan. Jadi gak bisa kemana - mana, bingung ngumpetin kameranya juga. Akhirnya saya main - main saja sama ponakannya neng Pitri. Laper dan ke warung makan sebelah, makan Mie dan gorengan (satunya gope, padahal itu gede banget, kalo di sekolah saya bisa dijual goceng tuh, gak tau saya juga bingung kenapa mahal - mahal banget. Pengen naik haji kali tuh orang, Itu juga kalo naek haji bisa ampe bolak - balik, ampe bosen, ampe murtad. Heran!)

Tapi apa daya, tahunya adem. hahahah

Plered hari 1

Ya! posisi saya sekarang di dalam bis, menuju ke Plered. Di dalam pikiran saya, saya akan menuju sebuah desa, dan menjadi seperti di reality show "Jika aku menjadi". Membayangkannya saja sudah sangat menyenangkan. Tapi bayangan saya dikacaukan oleh anak - anak yang sedang berebutan botol coca cola zero. Teman di sebelah saya, dengan semena - mena mengambil botol itu dan menegaknya sampai habis. Tiba - tiba dia terdiam.

Dieeem aja, nyender ke kursi depan, ditanya udah gak bisa jawab, cuman geleng - geleng.

Gak heran, cuma botolnya doang coca - cola zero, isinya mah anggur merah, hahaha, makanya teliti sebelum membeli, halah.

Perjalanan yang panjang dan membosankan, hanya ditemani nceket - nceketan dari Om Marley.

Akhirnya, turunlah kami, saya pikir sudah sampai, ternyata itu kantor kelurahan, diberi penyuluhan, saya mah gak dengerin dah hahah, akhirnya kami masuk bis dan menuju ke tempat kami akan tinggal selama 3 hari.

Berhenti di tengah jalan, anak - anak IPA turun, saya melihat rumahnya...

come on?! ini desanya? saya melihat ke atas atap, ada sebuah benda separuh lingkaran. Saya pikir karena desa ini terkenal dengan kerajinan keramiknya, benda itu adalah gerabah, tapi setelah diteliti, ternyata berwarna abu - abu. Dugaan kedua saya benda itu adalah panci yang sedang dijemur untuk menghilangkan amis setelah memasak ikan. Ternyata semua dugaan saya salah, benda itu adalah parabola. Yap! parabola saudara - saudara! hancurlah semua impian saya untuk bermain - main di sawah dan bercumbu dengan kerbau.

Akhirnya saya sampai ke rumah tinggal saya, masuk dan, ya mendingan lah, belakang rumah saya masih ada empang dengan saungnya, masih berasa desanya.

Tidak lama, kami dibawa survey ke tempat pembuatan keramik, dimana kami akan mebuat keramik kami masing - masing nantinya. Ada sebuah parit, yang ditutup dengan bambu yang disusun, dan disitulah tempat para pengrajin (dan kami nantinya) membuat kerajinannya. Ya, Drivan (cukup terkenal di angkatan kelas 2 Sumbangsih sebagai bahan ceng - cengan) mondar - mandir aja disitu, dan gusrak!! kakinya mendelep masuk ke sela - sela bambu, anak - anak langsung berdatangan dan membantunya, membantu dengan tertawa sekeras - kerasnya, ada juga yang membantu dengan doa, semoga arwahnya diterima di sisiNya, amin.

Akhirnya kami balik ke rumah kami, kami melihat - lihat isi rumah, ngobrol - ngobrol dengan anak yang empunya rumah, sesekali saya mainan kamera.

Perkenalkan ini namanya Neng Pitri, hahahah



eh maap salah masukin gambar, itu ibunya

Nah ini dia Neng Pitri




Gak cakep - cakep amat sih, ya 6,5 lah, tapi dia baik banget, disuruh senyum ama Labi langsung senyum, untung Labi gak nyuruh dia makan mie sambil handstand


Jepret sekali aja, anak - anak udah teriak - teriak jia jie, ada yang teriak,

"Lo, inget yang di Jakarta Lo!"

"Siapa yang di Jakarta?"

"Cewek lo!"

"Lah, Icul di Bekasi sih, hahaha" Entah kenapa saya seneng banget menganggap daerah Bekasi, Tanggerang, dan Depok berada di luar wilayah kekuasaan NKRI, hahah. Padahal rumah saya sendiri di Pondok Pinang, daerah bimbang, Pondok Indah bukan, Bintaro juga bukan. Hahaha

Akhirnya saya dan beberapa teman saya berkeliling daerah situ, berputar - putar, mencari rumah anak - anak yang lain, berhubung rumahnya dipisah cukup jauh, ada yang disini lah ada yang disana lah, jadi ya kami jalan - jalan aja.

Dan saya menemukan,

jeng jereng jereng . . .



The next Bondi Goodnight Electric!

Hahaha

Akhirnya saya berjalan - jalan lagi, pulang dulu untuk mandi. Saya mandi bertiga loh, dan sialnya, tahun ini rumah cowok dan cewek dipisah, tahun lalu kan cowok - cewek digabung serumah. Jadi saya mandi dengan dua batangan yang lain. Saya membawa clean n clear punya teman saya untuk mencuci muka. Teman saya, Labi mengambil dan menuangnya banyak sekali ke tangan. Tadinya dia pikir itu sabun foam, hampir saja dia pakaikan ke badan, untuk sempat saya cegah, saya tidak sejahat itu. Hahahah.

Akhirnya daripada mubazir, Labi memakai semua sabun muka itu di mukanya, mengusap - ngusap ke seluruh mukanya, dan dengan merem karena gak bisa melek, dia berkata, "Eh, aer dong! mata gua pedih nih."

Dengan baik hati saya ambil gayung dan mundur tiga langkah dari dia. Sementara si Labi masih latihan jadi Daredevil, ngeraba - raba kesana kemari. Iya, saya sejahat itu. Hahahah

Akhirnya sampai senja kami berkutat dengan tugas di rumah, dan keluar pada waktu maghrib (ngaret banget tapinya) Emang bener yah kata orangtua jaman dulu kalo setan - setan itu keluarnya pas maghrib, hahaha.

Butek banget mata, akhirnya kami muter - muter lagi, kali ini nyari rumah cewek - cewek setelah siang tadi muter ke hampir semua rumah cowok - cowok.

Kami ketok2 pintu dengan hebohnya, berharap mereka mengira sedang ada acara grebek sahur hahaha, tapi gak mungkin juga, secara ini bukan bulan puasa, dan lagi kalaupun bulan puasa, pasti mereka lebih memilih untuk nonton "Saatnya Kita Sahur", yang lekat dengan "Saatnya kita kuis!!" tet tenenenenet tenenenenenet tet tet tet teng jeng

halah apasih, yaudah, kami ngobrol - ngobrol lah, yaampuun kemanaa aja udah lama gak ketemuu. Halah, sampai akhirnya kami dipaksa pulang, tadinya saya pengen tidur disitu eh ketahuan, disuruh pulang. Hahaha

Pas saya keluar gang, banyak guru - guru yang lagi muter - muter, nyariin anak - anak, soalnya ada satu rumah, yang bener - bener kosong, muridnya pada ngayab semua, pengawasnya juga kagak ada. Akhirnya saya pulang dengan mobil yayasan, padahal awalnya mobil itu bertujuan memulangkan anak - anak rumah itu yang hilang semua beserta pengawasnya. Akhirnya pulanglah kami. Sesampainya di rumah kami, saya kecewa tidak ada yang menyambut saya, padahal saya udah bawa oleh - oleh kurma, hahahah apa sih lip.

Akhirnya, gak lama setelah itu kami tidur.

Tapi saat saya sedang enak - enak tidur, ada yang menepak - nepak kaki saya.

Pas saya lihat, siapa yang menepak - nepak, tenyata guru pembina saya, yang wajahnya tepat berada di depan telapak kaki saya. Mbuahahahah.

17 January 2009

Apalah

Apakah gegabah jika saya lelah?

16 January 2009

Ketula

Di SMA 6, hari senin diadakan upacara, hari jumat diadakan sholat jumat, hari sabtu dan minggu libur.

Ya, akhirnya semua murid turun, masuk ke barisan kelas masing - masing.

Dengan topi di tangan (itu juga saya gak tau topi siapa?), saya berkata dengan sombongnya,

"Ini gak ada yang atributnya gak lengkap apa? gue pengen liat anak kelas kita dijemur di depan dah, hahahah.

Akhirnya teman saya datang, melihat saya, melihat kepala saya, melihat topi saya.

"Ini topi gue nyeeeet!!"

"Halah tai, ngaku - ngaku!"

"Tuh liat, tanda tangan gue!"


well akhirnya ada perwakilan dari kelas saya yang dijemur di depan karena atributnya tidak lengkap.

Sayangnya, saya tidak bisa melihat anak yang dijemur tersebut, karena di lapangan tidak ada cermin, saudara - saudara!

12 January 2009

Tragic jam

At the junction of the road

Not too far from the stoplight

That stoplight lights on me such as spotlight

The red light might be turned on

Red oh red

Red means white,
Means give up her easily for me,
For you to give me up for dead


Red means blue,
Means sorrow on face,
One for me, and one for you.


Red means magenta
Shoulder to cry on
Should i to cry out?


Whatever

I love you anyway