24 August 2010

part 2. Galeri Padi

Kami sampai di Galeri Padi. Banyak sekali yang kami lakukan sampai saya malas kalau harus menulisnya semua. Banyak yang datang, dan banyak juga yang tidak jadi datang karena kesibukan masing - masing dan hanya menitipkan karya.


 Itu yang gambar Desta, yang buat font saya, dan yang bagian motong - motong si Kinkin.


Dan disana ada Cabe dan Dhea. Dua pengunjung yang paling pertama datang, bahkan sebelum pameran dibuka. Dan coba lihat, disini ada tiga orang yang sempat - sempatnya masih membuat video tidak penting ditengah proses pendisplayan karya.


Begitu banyak yang kami lakukan, dan begitu banyak orang baru yang kami kenal. Walaupun kami tidak bermain - main dengan semua orang, bukan maksud kami sombong, mereka yang tidak membuka pintu dan mengijinkan kami masuk ke kehidupan mereka masing -masing.

Ini ada video, sekedar untuk menggambarkan suasana pembukaan kali itu. Saya minta maaf karena video pembukaan yang sebenarnya tidak bisa diunggah karena saya tidak tahu kenapa dengan bloggernya, yang ada hanya video ini, jadi anggap saja seolah - olah ini videonya.


video




Dan itu bukan foto all artist karena sudah saya bilang tidak semuanya datang. Dan kalau kalian mau tahu, kami tidur di galeri dan itu membuat galeri itu lebih mirip sebagai rumah penghuni terkahir. Karena setiap harinya penghuninya berkurang satu persatu untuk pulang ke kota masing - masing.

Kami buka dan sahur sama - sama. Kami naik mobil sama - sama. Mengunjungi sebuah Cafe sama - sama dan tidak jadi masuk sama - sama karena kami lebih memilih untuk nongkrong di Warkop sebelah Cafe sama - sama. Kami ke Asrama sama - sama untuk mengantar mbak Widy sama - sama.

Dan sesampainya di asrama, saya masuk ke dalam  untuk numpang pipis. Dan Oh Tuhan Yang Maha Baik, saya merasa seperti Jaka Tarub disana. Karena ada banyak gadis di lantai dua, yang mana terlaihat dari lantai satu sedang lari - larian dan main basah - basahan karena ada salah satu dari mereka yang ulang tahun.

Semua laki - laki baik yang pipis maupun yang non pipis masuk. Kami mengagumi ciptaan Tuhan dan saya mengusulkan, "ada yang mau kencing lagi gak? biar kita lamaan lagi? yakin gak ada yang mau? ada deh, masa gak mau sih." akhirnya kami pulang ke Galeri Padi penghuni teraktir.

Oh iya, saya hampir lupa cerita. Ada beberapa wartawan yang datang kala itu, dan Ical yang kala itu sedang duduk langsung saja memanggil salah satu dari mereka "Mas Giring". Yang dipanggil malah tertawa - tawa.


Kami foto dengan Mas Giring, dan teman - teman Mas Giring balas dendam dengan memfoto kami. Setelah itu kami kembali sibuk dengan kesibukan masing - masing.

Di malam terakhir kami empat membangunkan Nadine sahur dengan cara, "Nadine sahur Nadine..Sahur caur" dan kami joget - joget DRTV di depan dia. Sungguh cara yang membuat orang malas bangun dan lebih malas lagi untuk kembali tidur. Kami sahur dengan bertelanjang kaki, tapi yang bertelanjang kaki itu haya saya dan Ical, kasihanilah kami, kami tidak punya sendal dan malas memakai sepatu. Setelah itu kami membuat wishlist dan mengamini wishlist kami bersama - sama

1 comment: