18 May 2012

yang alami alami

Jadi gini, waktu itu saya lagi bobo - bobo ganteng di rumah. Rumah siapa? rumahnya Pak Eko yang saya bayar setahun untuk jadi rumah saya bagaimanapun kondisinya. Tiba - tiba ada yang memanggil saya, dari luar dia bilang "permisi!". Sebenarnya sudah jelas dia bukan memanggil saya, tapi itu bahasa yang sopan untuk mengusir pemilik rumah keluar, semakin kencang memanggil, semakin kencang pula langkah penghuni rumah keluar.

Tiba - tiba saya melihat mbak - mbak membawa shampo. Sebenarnya yang pertama saya lihat adalah wajah si mbak terkejut, dan dia pun bertanya.

"Misi mas mau nanya disini make samponya apa yah?"

Saya tau mbak ini sales, walaupun tidak tertulis jelas di jidatnya, tapi percayalah saya ahli psikologi bisa membaca pekerjaan orang hanya dengan sekali lihat (jikalau dia memakai nametag). Tadinya ingin saya jawab

"emang mau tau banget yah? saya pakai yang alami - alami" sambil mijit mijit rambut, tapi sumpah apa banget hahah. Sebenarnya saya mau jelaskan kalau saya bukan tipikal orang yang suka pakai sampo, tapi kalau saya jelaskan saya bisa gantian balik bikin tutorial ngeracik sampo sendiri dari cuka apel buat si mbaknya.

"Nggak make sampo mbak."

Kalau kamu kamu yang rambutnya kaya kama sutera bilang demikian pasti si mbaknya bakal bilang "masa sih? ah sumpe lo? sumpamipa?" dengan nada genit nempel - nempel mata ngedip - ngedip naekin alis yang sebelah kanan doang gitu sambil senyum senyum funky.

"Jadi saya mau nawarin pantene, mungkin mas mau nyoba pantene."

Ini bisa berarti si mbaknya itu perhatian dan seakan berteriak "sadarlah nak, hari yang dijanjikan akan segera tiba, keramas lah kamu dan berbuat baik pada sesama" atau dia sekedar ingin menekankan pada berbuat baik pada sesama (dan belilah produk saya ini)

"Nggak mbak, saya gak make sampo."

Si mbak dalam posisi terpojok dan ingin berteriak "iya gue tau, tapi bos gue gak mau tau"

"Mau dicoba dulu mas?"

Menurut lo gimana? gue coba dulu, pas abis keramas, botolnya tinggal setengah dan bilang, "kayaknya engga deh mbak."

"Nggak mbak, makasih."
"Yaudah, makasih mas."

~tamat~


Saya tau yang ada di pikiran kalian pasti bilang, "apaan sih, gak penting."
Kalian juga pasti tau yang ada di pikiran saya pasti bilang, "bodo amat."

1 comment:

  1. hahahahahahahaha kangen nih sama yang begini beginian

    ReplyDelete