Showing posts with label poemlosophia. Show all posts
Showing posts with label poemlosophia. Show all posts

03 February 2012

dan demikian, begitu pula

Tersebutlah cinta mati. Dan begitulah adanya. mematikan.
Berseberangan cinta hidup,
yang menghidupi, mencintai kehidupan.

29 January 2012

Ayah

Asap yang dulu mengepul kini mengepal, meninju gaung nada picisan yang menemani kaki - kaki renta yang menjembatani meja kursi. Mengalunkan pemikiran yang entah apa, untuk sekedar beristirahat dari pikulan yang kini kian berdebu oleh makhluk berjaring yang anti sosial.

19 January 2012

elegi seleksi

Kokoh pun kikis, terurai dan larut. Pasang pun surut. Kembali bersama ombak yang membelai mesra mengenang derai tawa yang kian sendu. Sedu sedan. Membelai tiap helai ganggang - ganggang mimpi yang kini sudah terlanjut berarak dalam jingga. Dan pecah, menuju ke tempat yang akan membuat anjing - anjing yang membaca koran dengan pipanya kembali menyalak riang.

14 January 2012

lebih baik dibiar mengalir

diawali dengan berapi - api 
lalu menggebu - gebu menjadi abu

semangat membara menjadi bara
sekarang menjadi arang

kelak tetap menjadi abu

mengelabui

menyisakan kelabu

16 November 2011

Nyanyian Pohon Bodhi

Ini adalah kali pertama di mana saya tidak merasa membara.
Tidak ada mimpi yang menggebu, tidak meletup, tidak berkobar.
Tidak membakar.

Lebih cenderung menjadi air. Terasa sejuk, namun terus mengalir.
Saya tidak pernah tahu,
dan saya tidak membiarkan diri saya tahu kemana ini akan bermuara.


Tapi Tuhan,
jikalau benar ini adalah air,

Jadikanlah ia Zam - zam yang senantiasa mengalir
dan tak pernah kering.

13 May 2011

Pulang

Dan aku dipasang oleh selai cokelat yang kini telah kembali surut
menyisakan gemuruh mendung yang pelahan reda kilatnya

hari ini hujan tidak turun, sayang

sepertinya, entahlah
aku rasa kamu sudah mulai berani menantang cahaya matahari

sebenarnya aku lebih suka memandang awan bergumul dengan mesranya
membiarkan air mencumbui rerumputan

tapi cerah sepertinya lebih baik
meninggalkan mendung dalam diamnya

esok sepertinya tetap cerah
semoga saja 


23 April 2011

semoga moga saja

disini saya dipanggil Olip Bahagia

seperti layaknya Al - Fatihah saya harap ini hanyalah sebuah pembukaan

yang saya tutup dengan amin.

24 October 2010

mendirikan Tuhan, menuhankan diri

Ombak kecil yang ingin menjadi lautan, merasa dirinya kemana buih hendak ditautkan.

02 May 2010

Lanun - lanun buas

hidup itu samudera luas
dan semua yang kau kenal hanya lanun nan buas

kalian bisa bersatu merompak
atau berdua tertawa dengan congkak

kalian bisa berlayar dalam satu bahtera
dalam bahtera berlayar dua atau tiga 

tapi kalian tidak bisa terlampau dalam percaya

terlampau percaya dalam alunan buas

lanun nan buas




25 February 2010

tanpa judul

dan mungkin saja ku
tidak serimba
atau sexanax
atau semawar
atau semewah

dia

dan meskipun
kau bukan tara peran - peran lamaku
dan ataupun
ku bukan perantara lama - lamamu

aku hanya ingin ku sadar kalau kau hadir
aku ingin kau hadir kala ku sadar

jiwa tak kan terbuai, darah tak kan mengalir
rahim tak kan terbuah, dia tak kan terlahir

dan dia

tak kan serimba
atau sexanax
dan semawar
pula semewah
dan mungkin sajak ku

23 January 2010

Bahokay

Lokit - lokit, Jon! dae plokis di klabang lau!

12 January 2010

aku, kamu, kita, mereka

aku

kamu

kita

mereka


lebih

penting

mana?

terjebak berulang

lagi, alur berulang
lagi, aku terjebak

terjebak dalam pandang
pandang makin berjarak
jarak kian membentang
bentang terus berarak

alur, lagi berulang
aku, lagi terjebak

12 September 2009

Aku

Aku hidup dari mimpi - mimpi terliarku
Saat aku berhenti bermimpi, itulah mati

Namun aku bukanlah
Anak 10 tahun yang terperangkap dalam jasad tuaku

Aku adalah bentangan sinyal bagi alam semesta

Aku bukan dua, bukan pula tiga

Aku satu

Kelakuanku, keakuanku

07 September 2009

Ulur

Tarik

Ulur

Tarik

Ulur

Ulur

Ulur

Ulur

Yah

Telap!

Dadah

04 September 2009

Caterpillar

Her laser eyes melt my frozen heart down

Unfortunately

Her ice breath freeze it up again

01 September 2009

Maling

Aktif! Jangan reaktif!
Kalau punya kekayaan dijaga
Jangan ketika dicaplok orang baru terjaga

Jangan teriak Indonesia Unite
Kalau kita masih tercerai berai
Belum bersatu, belum menyatu

Mari merapat
SADARKAN KALAU KITA MEMANG KUAT
Kita berbakat, kita berdaulat

Bukan karena kami ramah
Kami tidak bisa marah
Kami punya harga diri tidak seperti kalian disana

Hanya bisa klaim sana sini
Kalian banci!
Cakap itu ke kalian punya pakcik makcik!

Apa kalian tidak berbudaya?
Selalu maling budaya
Apa kalian tidak berdaerah?
Cuma bisa maling wilayah

Malah mengacak sakral Indonesia Raya

Kalian tak punya daya
Nihil upaya
Hanya bisa bersembunyi dalam ketiak Inggris Raya

Mungkin besok mau mengklaim Pancasila

Kalian munafik!
Menghina kami pada satu sisi
Di sisi lain kami tahu kalian iri
Pada kekayaan budaya kami
Pada keluasan wilayah ini

Tak punya malu
Apalagi kemaluan
Menghina diri pada setiap ucapan
Setiap klaim, setiap pengakuan
Gumpalan hipokrit dengan kemunafikan

30 April 2009

Wew!

This following doodle was made for : Aisha Sevina





Jikalau Tuhan menciptakan saya sebagai air
Pastilah kamu adalah minyak

Dan hubungan itu tak ubahnya bak kobaran api yang berdansa dalam gembira

Dan kau akan menyulutnya
Membuatnya berkobar kian menggila

Dan aku tak lebih hanya
Akan memadamkannya
Menghilangkan wujudnya
Dan memuaikannya ke udara

Dan dalam perantipun kita tidak akan pernah jadi satu

Percikkan aku campuran air sabun!
Aku hanya ingin melebur dalam peranti macam apapun

01 April 2009

Suires suires

Kepada, Sang Kausa Prima
Yang duduk dalam kuasa
Di atas singgasana surga

Aku mohon..
Berikan dia ketabahan
Tunjukan dia akan harapan
Sadarkan dia, ini pembelajaran

Jangan buat dia jatuh terpuruk
Jangan buat ini bertambah buruk
Jangan buat di hancur pula remuk

Kembalikan seringainya

Kembalikan peringainya

Kembalikan dia selayaknya yang kami tahu, dulu

Kembalikan seringainya seperti saat dia tersenyum manja kepadaku
Kembalikan peringainya seperti saat dia menjadi ganja bagiku

Kembalikan dia selayaknya yang kami tahu, dulu

Kepada, kamu yang disana

Please..

Jangan mengangis, manis!

Mungkin bagi mu
Semua bagai penjara dari segala penjuru
Mengekangmu dari hilir sampai ke hulu

Dalam setiap kemelut pada setiap jeruji
Sepatutnya membuatmu sadar kamu sedang diuji

Tuhan meninggalkanmu dalam sebuah labirin
Tapi dia tidak akan meninggalkanmu dalam sebuah kelabilan

Dia dekat jika kau mendekat
Dia jauh jika kau menjauh

Semua pasti akan terangkat
Kala kau menolak untuk jatuh

Untuk-Nya ini sebuah permainan

Yang mengharuskan kamu mempelajari kenyataan
Untuk mengerahkan sabar serta segala ketabahan
Untuk mengontrol emosi serta segala perasaan
Untuk mengekang ego serta semua kenegatifan yang kau pikirkan

Kamu masih punya waktu untuk bangkit
Memperbaiki semua sedikit demi sedikit

Kamu masih punya waktu untuk bangkit
Memperbaiki semua sedikit demi sedikit

Kamu masih punya waktu untuk bangkit
Memperbaiki semua sedikit demi sedikit

Selama kamu percaya

Akan terbiasnya pelangi
Seusai badai pergi

04 February 2009

Yang mengumpat dan yang bersembunyi

Yang besar mengecil dalam lipatan
Yang kecil terpencil dalam himpitan

Yang memulai hari dengan umpatan
Yang memulai lari tanpa tujuan