and thank You for giving her to me as my blessing.
Showing posts with label Romancinta Bertika. Show all posts
Showing posts with label Romancinta Bertika. Show all posts
19 January 2012
dreadlove
Thank God i'm blessed,
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
16 November 2011
Nyanyian Pohon Bodhi
Ini adalah kali pertama di mana saya tidak merasa membara.
Tidak ada mimpi yang menggebu, tidak meletup, tidak berkobar.
Tidak membakar.
Tidak ada mimpi yang menggebu, tidak meletup, tidak berkobar.
Tidak membakar.
Lebih cenderung menjadi air. Terasa sejuk, namun terus mengalir.
Saya tidak pernah tahu,
Saya tidak pernah tahu,
dan saya tidak membiarkan diri saya tahu kemana ini akan bermuara.
Tapi Tuhan,
jikalau benar ini adalah air,
Jadikanlah ia Zam - zam yang senantiasa mengalir
dan tak pernah kering.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
17 September 2011
Fix you.
Hari itu sama seperti biasanya, sedang bersama Zilla. Kali itu di Jogja, waktu itu sedang makan. Setelah dari situ dia rencananya ingin ke tempat temannya, sebut saja namanya Megi karena memang itulah namanya.
Singkat kata setelah makan kami rencananya pergi ke Rumah Mirota buat makan es krim, padahal kata mama saya harusnya setelah makan kita baca hamdallah. Tapi baru setengah jalan menuju Rumah Mirota, Zilla sudah ditelpon untuk segera kesana. Yasudah, putar arah. Tapi entah kenapa di motor saya merasa sedih campur canggung gitu. Saya selalu menengok ke spion untuk melihat Zilla. Bukan maksud ganjen. Iiiiiih gak gituuuuu!! yaudah deh gue ganjen tapi emang kenapa sih ama dia ini. Setelah saya drop dia, saya kembali ke kosan. Tentu saja kosan saya, masa kosan kamu. Lagian saya juga gak tau kosan kamu di mana, main main lah makanya, sombong abis!
Di kosan saya smsan sama Zilla, tadinya saya juga mau smsan sama kamu tapi saya gak tau nomor kamu, sms lah makanya, sombong abis! Tapi setelah lewat tengah malam tidak ada sms balasan, yasudah saya pikir Zilla sudah tidur. Ada baiknya kalau saya juga mencoba tidur. Ditengah percobaan tidur yang gagal itu ada yang menelpon saya, saya tidak terkejut karena hari itu bukan hari ulang tahun saya, jadi buat apa saya terkejut kalau ada telepon tengah malam. Tapi terkejut sih boleh saja kalau ternyata itu telepon menyuruh saya untuk kembali lagi ke tempat tadi karena Zilla kecelakaan. Dua hal yang saya tau adalah, yang pertama saya gak boleh panik dan yang kedua ini bukan pertama kalinya Zilla kecelakaan. Seperti sudah jadi hobi dan saya tidak bisa melarang hobi seseorang.
Saya turun dari tangga, karena kamar saya di lantai dua dan mengeluarkan motor setengah mati karena motornya diparkir di bagian paling dalam, tapi tentu saja di lantai satu. Kalau motornya diparkir di lantai dua saya tidak habis pikir kenapa kalian bisa berpikir begitu. Saya menuju selatan, dan berharap, "PLEASE BANGET KERJAIN GUEEE!!!" Saya hanya berharap sedang dikerjain, saya sampai di sana dan ternyata Zilla baik - baik saja dan semua menertawakan saya. Tapi ternyata tidak, kali ini serius.
Ketika saya datang Zilla sudah menggigil lengkap dengan asmanya yang kumat. Badannya sudah berbalut lapisan selimut yang gagal membuatnya hangat. Wajahnya menjadi keunguan tapi tolong jangan kamu pikir tiba - tiba dia kecelakaan malah jadi mirip Pasha Ungu, please banget jangan. Dari sana saya bersama beberapa orang temannya putar - putar beberapa Rumah Sakit, mencoba untuk memanggil dokternya ke rumah. Dokternya sih pas dipanggil nyaut, tapi tetep gak ke mau ke rumah. Akhirnya setelah 3 rumah sakit menolak, tidak ada dukun yang bertindak karena kami kembali pulang, dan membangunkan anak - anak kontrakan sebelah untuk pinjam mobil dan kami ke rumah sakit, dan blah blah blah, gak saya ceritain biar seolah - olah mendramatisir.
Setelah hal - hal dramatis yang kalian bayangkan, Febby bertanya kepada saya sudah bolehkah kita melihat Zilla, saya hanya terdiam, dan kami langsung masuk saja ke dalam. Ternyata di dalam si Zilla sudah meronta - ronta dari kasur dan mencoba melepas selang yang membantunya bernafas. Kami segera kesana dan tiba - tiba dia marah - marah. Dia bilang dia kepanasan ngapain sih pake selimut banyak banget, pokoknya intinya dia amnesia deh, tapi kalian jangan bayangin yang dramatis - dramatis banget yah, soalnya disana saya malah mengarang cerita kalau dia habis di perkosa, kalau dia sedang mimpi, kalau dia sedang berhalusinasi, kalau dia habis coba bunuh diri karena putus dari saya dan selalu berbeda cerita tiap kali dia bertanya. Jahat? biarin.
Akhirnya kami bawa dia balik kembali, dan semua orang kembali tertidur. Tinggal kami berdua yang terjaga, itulah saat di saat dimana saya mendikte apa saja yang telah dia lupakan. Dia ingat saya, tapi dia lupa tentang kami. Bukan karena dia jahat, tapi karena dia jatuh. Saya ingat bagaimana dia tersenyum setiap kali dia mengingat sesuatu dan bagaimana dia mengulang - ngulang untuk memberitahukan hal yang dia sukai dan saya ingat jelas dimana kami memutar lagu Coldplay yang bukan berjudul Aishiteru.
Terimakasih Tuhan telah membuat dia kembali baik - baik saja.
Singkat kata setelah makan kami rencananya pergi ke Rumah Mirota buat makan es krim, padahal kata mama saya harusnya setelah makan kita baca hamdallah. Tapi baru setengah jalan menuju Rumah Mirota, Zilla sudah ditelpon untuk segera kesana. Yasudah, putar arah. Tapi entah kenapa di motor saya merasa sedih campur canggung gitu. Saya selalu menengok ke spion untuk melihat Zilla. Bukan maksud ganjen. Iiiiiih gak gituuuuu!! yaudah deh gue ganjen tapi emang kenapa sih ama dia ini. Setelah saya drop dia, saya kembali ke kosan. Tentu saja kosan saya, masa kosan kamu. Lagian saya juga gak tau kosan kamu di mana, main main lah makanya, sombong abis!
Di kosan saya smsan sama Zilla, tadinya saya juga mau smsan sama kamu tapi saya gak tau nomor kamu, sms lah makanya, sombong abis! Tapi setelah lewat tengah malam tidak ada sms balasan, yasudah saya pikir Zilla sudah tidur. Ada baiknya kalau saya juga mencoba tidur. Ditengah percobaan tidur yang gagal itu ada yang menelpon saya, saya tidak terkejut karena hari itu bukan hari ulang tahun saya, jadi buat apa saya terkejut kalau ada telepon tengah malam. Tapi terkejut sih boleh saja kalau ternyata itu telepon menyuruh saya untuk kembali lagi ke tempat tadi karena Zilla kecelakaan. Dua hal yang saya tau adalah, yang pertama saya gak boleh panik dan yang kedua ini bukan pertama kalinya Zilla kecelakaan. Seperti sudah jadi hobi dan saya tidak bisa melarang hobi seseorang.
Saya turun dari tangga, karena kamar saya di lantai dua dan mengeluarkan motor setengah mati karena motornya diparkir di bagian paling dalam, tapi tentu saja di lantai satu. Kalau motornya diparkir di lantai dua saya tidak habis pikir kenapa kalian bisa berpikir begitu. Saya menuju selatan, dan berharap, "PLEASE BANGET KERJAIN GUEEE!!!" Saya hanya berharap sedang dikerjain, saya sampai di sana dan ternyata Zilla baik - baik saja dan semua menertawakan saya. Tapi ternyata tidak, kali ini serius.
Ketika saya datang Zilla sudah menggigil lengkap dengan asmanya yang kumat. Badannya sudah berbalut lapisan selimut yang gagal membuatnya hangat. Wajahnya menjadi keunguan tapi tolong jangan kamu pikir tiba - tiba dia kecelakaan malah jadi mirip Pasha Ungu, please banget jangan. Dari sana saya bersama beberapa orang temannya putar - putar beberapa Rumah Sakit, mencoba untuk memanggil dokternya ke rumah. Dokternya sih pas dipanggil nyaut, tapi tetep gak ke mau ke rumah. Akhirnya setelah 3 rumah sakit menolak, tidak ada dukun yang bertindak karena kami kembali pulang, dan membangunkan anak - anak kontrakan sebelah untuk pinjam mobil dan kami ke rumah sakit, dan blah blah blah, gak saya ceritain biar seolah - olah mendramatisir.
Setelah hal - hal dramatis yang kalian bayangkan, Febby bertanya kepada saya sudah bolehkah kita melihat Zilla, saya hanya terdiam, dan kami langsung masuk saja ke dalam. Ternyata di dalam si Zilla sudah meronta - ronta dari kasur dan mencoba melepas selang yang membantunya bernafas. Kami segera kesana dan tiba - tiba dia marah - marah. Dia bilang dia kepanasan ngapain sih pake selimut banyak banget, pokoknya intinya dia amnesia deh, tapi kalian jangan bayangin yang dramatis - dramatis banget yah, soalnya disana saya malah mengarang cerita kalau dia habis di perkosa, kalau dia sedang mimpi, kalau dia sedang berhalusinasi, kalau dia habis coba bunuh diri karena putus dari saya dan selalu berbeda cerita tiap kali dia bertanya. Jahat? biarin.
Akhirnya kami bawa dia balik kembali, dan semua orang kembali tertidur. Tinggal kami berdua yang terjaga, itulah saat di saat dimana saya mendikte apa saja yang telah dia lupakan. Dia ingat saya, tapi dia lupa tentang kami. Bukan karena dia jahat, tapi karena dia jatuh. Saya ingat bagaimana dia tersenyum setiap kali dia mengingat sesuatu dan bagaimana dia mengulang - ngulang untuk memberitahukan hal yang dia sukai dan saya ingat jelas dimana kami memutar lagu Coldplay yang bukan berjudul Aishiteru.
Terimakasih Tuhan telah membuat dia kembali baik - baik saja.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
26 May 2011
Seperti itulah
Seperti sebuah hal yang lucu setiap kali kau menolak belanjamu diplastik rapi. Dan juga setiap kali kamu menyimpan kembali sampahmu, ataupun milik orang lain dan mengembalikannya ke tempat di mana seharusnya mereka berada.
Seperti sebuah hal yang lucu setiap kali kau membiarkan instrumen yang memainkan kamu. Dan juga ketika kita menantang ombak dan membiarkan dihempas kembali.
Seperti sebuah hal yang lucu setiap kali kau mengolah nikmat-Nya menjadi kenikmatan untuk kita. Dan juga ketika kita menikmati semua yang ada di hadapan kita tanpa melakukan apapun.
Seperti sebuah hal yang sangat lucu setiap kali kau merahasiakannya dan mengingatkan kalau ini bukan soal mencapai tinggi dan tertawa, tetapi bagaimana menjadi rendah dan perenungannya. Dan juga setiap kali kau mencoba mengencangkan rajutan rasa takutmu terhadap Tuhan yang kian mengendur.
Seperti sebuah hal yang teramat sangat lucu ketika kita memutuskan untuk melebur dalam satu alunan yang sama, menapak jalan yang sama, dan membelah malam bersama.
Dan sepertinya akan terus menjadi hal yang sangat lucu tentang semua yang telah dan akan terus kita dapatkan. Terimakasih senantiasa membuatku mengadah ke atas dan tersenyum dengan lepas.
Seperti sebuah hal yang lucu setiap kali kau membiarkan instrumen yang memainkan kamu. Dan juga ketika kita menantang ombak dan membiarkan dihempas kembali.
Seperti sebuah hal yang lucu setiap kali kau mengolah nikmat-Nya menjadi kenikmatan untuk kita. Dan juga ketika kita menikmati semua yang ada di hadapan kita tanpa melakukan apapun.
Seperti sebuah hal yang sangat lucu setiap kali kau merahasiakannya dan mengingatkan kalau ini bukan soal mencapai tinggi dan tertawa, tetapi bagaimana menjadi rendah dan perenungannya. Dan juga setiap kali kau mencoba mengencangkan rajutan rasa takutmu terhadap Tuhan yang kian mengendur.
Seperti sebuah hal yang teramat sangat lucu ketika kita memutuskan untuk melebur dalam satu alunan yang sama, menapak jalan yang sama, dan membelah malam bersama.
Dan sepertinya akan terus menjadi hal yang sangat lucu tentang semua yang telah dan akan terus kita dapatkan. Terimakasih senantiasa membuatku mengadah ke atas dan tersenyum dengan lepas.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
13 May 2010
things are better left unsaid
There she goes // Bob Marley and the Wailers
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
07 September 2009
Ulur
Ulur
Tarik
Ulur
Ulur
Ulur
Ulur
Yah
Telap!
Dadah
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
04 September 2009
Caterpillar
Unfortunately
Her ice breath freeze it up again
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
04 August 2009
Imbang
Alda : Kamu lagi ngapain, yam?
Olip : Lagi nempelin besi papan jalan ke tas karung goni
Alda : Ck ck ck, Pilo pilo! emang buat apaan?
Olip : Seni, HAHAHAHAH
Alda : Ya udah, selamat menempel yah
Olip : Menjahit lebih tepatnya
Alda : Ya itulah, menempel menjahit dan kawan - kawannya
Olip : Iya, kamu lagi apa?
Alda : Mainan Barbie
Imbang yah, pantes jadian
Olip : Lagi nempelin besi papan jalan ke tas karung goni
Alda : Ck ck ck, Pilo pilo! emang buat apaan?
Olip : Seni, HAHAHAHAH
Alda : Ya udah, selamat menempel yah
Olip : Menjahit lebih tepatnya
Alda : Ya itulah, menempel menjahit dan kawan - kawannya
Olip : Iya, kamu lagi apa?
Alda : Mainan Barbie
Imbang yah, pantes jadian
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Dialog elektronik,
Romancinta Bertika
04 July 2009
Yangsayangsayangsayang
Saya lagi telpon - telponan sama Alda, biasalah anak muda.
Setelah mengumpat beberapa saat karena pecun lanang (baca :Operator, Red) yang gak pernah muda, gak pengen banget liat gua pacaran, sinyalnya mati - mati mulu. Sampai tibalah ke dialog ini.
Olip : Kapan pacaran lagi
Alda : Siapa?
Olip : Ya ELO! pacar gue emang siapa lagi?!
Alda : Hahahah, besok aku ke ulang tahun temen aku, malemnya kemana?
Olip : Okaay! emang ulang tahunnya dimana?
Alda : Dimana yah?! lupa aku
Olip : YEEEE! tanyain dulu sana
Alda : Bentar - bentar, jangan ditutup dulu!
* * * * *
Halo!
Iya, ulang tahunnya dimana sih?
Iya, tapi kan gue lupa!
Oke, baiklah!
* * * * *
Olip : Dimana ulang tahunnya?
Alda : Dimana deh tadi namanya
Olip : Lupa lagi? HAHAHAH
Alda : YA NGGAK LAH! Di rumah neneknya
Olip : Ooh, kirain lupa lagi, rumah neneknya dimana emang?
Alda : EH, RUMAH NENEKNYA DIMANA YAH?!
Olip : Aduuuh cil, cil! telpon lagi sana
Alda : Yaudah, jangan ditutup yah
Olip : Iyeee! nanya yang lengkap!
* * * * *
Halo
Hahahahah! kok gitu sih ngomongnya
Eh rumah nenek lo dimana
Ye, kan elo gak ngasih tau alamatnya berarti elo yang goblok
Iya
Trus Dresscodenya apa?
IYUUUH
Eh serius?
IYUUUUUUUUH
Eh bentar - bentar
* * * * *
Alda : Nanya apa lagi?
Olip : Yaudah
Alda : bentar yah
* * * * *
Halo, yaudah deh
Iya, kalo mau nanya lagi gue telpon lagi
Kok gitu sih! jangan bosen dong
Yaudah, dadah!
* * * * *
Olip : Udah? hahah, terus rumah neneknya dimana?
Alda : Daerah Sawangan gitu
Olip : Ooooh, terus Dresscodenya apa?
Alda : APA YAH TADI AKU LUPA
Olip : Cil
Alda : Apa?
Olip : Untung lo pacar gua!
Setelah mengumpat beberapa saat karena pecun lanang (baca :Operator, Red) yang gak pernah muda, gak pengen banget liat gua pacaran, sinyalnya mati - mati mulu. Sampai tibalah ke dialog ini.
Olip : Kapan pacaran lagi
Alda : Siapa?
Olip : Ya ELO! pacar gue emang siapa lagi?!
Alda : Hahahah, besok aku ke ulang tahun temen aku, malemnya kemana?
Olip : Okaay! emang ulang tahunnya dimana?
Alda : Dimana yah?! lupa aku
Olip : YEEEE! tanyain dulu sana
Alda : Bentar - bentar, jangan ditutup dulu!
Halo!
Iya, ulang tahunnya dimana sih?
Iya, tapi kan gue lupa!
Oke, baiklah!
Olip : Dimana ulang tahunnya?
Alda : Dimana deh tadi namanya
Olip : Lupa lagi? HAHAHAH
Alda : YA NGGAK LAH! Di rumah neneknya
Olip : Ooh, kirain lupa lagi, rumah neneknya dimana emang?
Alda : EH, RUMAH NENEKNYA DIMANA YAH?!
Olip : Aduuuh cil, cil! telpon lagi sana
Alda : Yaudah, jangan ditutup yah
Olip : Iyeee! nanya yang lengkap!
Halo
Hahahahah! kok gitu sih ngomongnya
Eh rumah nenek lo dimana
Ye, kan elo gak ngasih tau alamatnya berarti elo yang goblok
Iya
Trus Dresscodenya apa?
IYUUUH
Eh serius?
IYUUUUUUUUH
Eh bentar - bentar
Alda : Nanya apa lagi?
Olip : Yaudah
Alda : bentar yah
Halo, yaudah deh
Iya, kalo mau nanya lagi gue telpon lagi
Kok gitu sih! jangan bosen dong
Yaudah, dadah!
Olip : Udah? hahah, terus rumah neneknya dimana?
Alda : Daerah Sawangan gitu
Olip : Ooooh, terus Dresscodenya apa?
Alda : APA YAH TADI AKU LUPA
Olip : Cil
Alda : Apa?
Olip : Untung lo pacar gua!
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Dialog elektronik,
Romancinta Bertika
27 May 2009
Segi
Pernah dengar roman picisan berjudul "Antara Jejaka, kekasihnya kala itu, dan Dara"?
Sekarang sudah ada sekuelnya
"Antara Raditya, kekasihnya kini, dan Anjani"
Ampuuun, aduh..
Kenapa jadinya gini siiih...
Sekarang sudah ada sekuelnya
"Antara Raditya, kekasihnya kini, dan Anjani"
Ampuuun, aduh..
Kenapa jadinya gini siiih...
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
Ulangan Matematika

Kamu ada tapi gak nyata
Atau kamu nyata, tapi gak ada
Aku rasa, kamu nyata dan benar - benar ada
Emang akunya aja gak bisa, atau mungkin gak pernah mau bisa buat nganggep kamu bener - bener ada dan nyata.
Huaaah :( maafin aku
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
iandidothedoodle,
Romancinta Bertika
Da. .
(iya iya gue tau ambigram gue jelek, detailnya gak rapi, yaudah juga sih, baru pertama kali nyoba bikin di tembok, gitu)

Sekalipun semua jadi kebalikan dari apa yang gue rasain dan apa yang gue punya sekarang. Alda bakal tetep jadi Alda buat gue
Anyway, ambigram gitu masuk graffiti bukan? kalo iya ntar gue bikin postingan deh fony sizenya 72 tulisannya "GUE BOMBER" biar gak dibilang munafik lagi, hihi.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
iandidothedoodle,
Romancinta Bertika
24 May 2009
Laper, gak penting
Aku laper tengah malem nih
Kamu masak dong buat aku
Aku masakin kamu apaan?
Udah siap mati lo makan masakan gue?
Aku rela mati demi kamu
Mbruakakakakak
Hahahahah
Sumpah yang ini aku ngakak beneran
Tawa aja lo
Gue laper nih!
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Apa sih lip -_-,
Dialog elektronik,
Romancinta Bertika
15 May 2009
Racap
Kemarin Aisyah (bukan cara penulisan nama yang sebenarnya)
Sekarang Masitoh (juga bukan cara penulisan nama yang sebenarnya)
Besok siapa lagi yah?
Mungkin Fatimha, atau Aminha
HAHAHAH, no offense
Sekarang Masitoh (juga bukan cara penulisan nama yang sebenarnya)
Besok siapa lagi yah?
Mungkin Fatimha, atau Aminha
HAHAHAH, no offense
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Apa sih lip -_-,
Romancinta Bertika
09 February 2009
Letter for Joker himself
This is not the first time i feel this lonesome feeling, i've ever felt it before, so i shouldn't have behaved like this!
Come on, lip, you aren't a child anymore!
How many persons should your exes at least become your enemy?
How many times should you burnt by ego, eaten by emotion, and make your heart become rotten caused by hateness?
How many persons should you've ever loved, when that feeling vanished turn into resenment?
How many times should you torture yourself, lip?
How many times?
How
many
times?
It stabbed deep my heart while you asking me,
"How many times should you make me cry to be satisfied?"
For God sake, i didn't mean to :(
Sorry for my bad, for every-fckn-thing that makes you sad
For every mistakes i did, and every fcksht i said
Whatever, let bygones be bygones
I owe you my thanks for giving me a chance :)
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Philosophy of Philosophia,
Romancinta Bertika
31 January 2009
Cin mati bertemu Ta
Jahanam dihantam
Yang ini
Bukan sebatas jauhar
Yang didalam jaswadi
Hanya sebatas mahar
Untuk sesuatu abadi
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
Buat kamu
Sayang,
Aku bimbang
Aku maju kamu larang
Aku diam kamu hilang
Aku maju kamu hilang
Aku diam kamu larang
Sayang,
Aku gamang
Aku maju kamu tahan
Aku tahan kamu diam
Aku diam kamu hilang
Aku hilang kamu apa?
Sayang,
Aku hilang
Aku bimbang
Aku maju kamu larang
Aku diam kamu hilang
Aku maju kamu hilang
Aku diam kamu larang
Sayang,
Aku gamang
Aku maju kamu tahan
Aku tahan kamu diam
Aku diam kamu hilang
Aku hilang kamu apa?
Sayang,
Aku hilang
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
17 January 2009
Apalah
Apakah gegabah jika saya lelah?
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Romancinta Bertika
12 January 2009
Tragic jam
At the junction of the road
Not too far from the stoplight
That stoplight lights on me such as spotlight
The red light might be turned on
Red oh red
Red means white,
Means give up her easily for me,
For you to give me up for dead
Red means blue,
Means sorrow on face,
One for me, and one for you.
Red means magenta
Shoulder to cry on
Should i to cry out?
Whatever
I love you anyway
Not too far from the stoplight
That stoplight lights on me such as spotlight
The red light might be turned on
Red oh red
Red means white,
Means give up her easily for me,
For you to give me up for dead
Red means blue,
Means sorrow on face,
One for me, and one for you.
Red means magenta
Shoulder to cry on
Should i to cry out?
Whatever
I love you anyway
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
poemlosophia,
Romancinta Bertika
25 December 2008
Serius lah kita kali ini
Dunia punya cerita, cerita tentang cinta, cinta cinta cinta te cinta
pada stress dan gak sedikit yang gila
mati (mampus) minum racun serangga
gantung diri di pohon jengkol
nubrukin badan ke bis kota yang sedang mangkal
lompat melompat dari gedung bertingkat
karena cinta
DEMI CINTA
Kutipan lirik dari salah satu lagu Marjinal - Cinta pembodohan part II, kalau mau liat lengkap, yah cari lah di google, beli kasetnya kek, dikira gue situs lirik lagu, kali.
Gak tau kenapa gue suka aja ama nih lagu dari dulu, realistis aja, terlebih lagi buat orang yang gak realistis soal cinta. Walaupun kenyataannya gue bukan anak punk, dan gue juga gak nemu definisi pasti soal cinta.
Yang gue tau cinta itu ada seiring berjalannya waktu.
Tapi seiring berjalannya waktu juga, cinta itu hilang.
Yang gue tau cinta itu ada saat dimana lo mengenal pasangan lo lebih dalam
Tapi kenapa saat lo mengenal pasangan makin dalam, cinta itu pudar?
Gak tau lah, bingung, toh yang pasti emang Tuhan nyiptain cinta bukan buat dipikirin, buat dirasain toh.
Salah seorang temen lama gue cerita, kenapa dia putus.
Karena sebulan sebelum dia diputusin, dia ngerasa gak pantes buat mantannya, jadi sadar gak sadar dia ngejauhin mantannya, sebulan kemudian mantannya minta putus karena gak tahan dijauhin gitu.
Nyeh, jadi semua berasal dari ngerasa gak pantes yah. Padahal selama setengah tahun lebih sekian bulan ini (yang gue lihat sih) mereka adem ayem aja, pasti lah ada kerikilnya dalam hubungan, tapi mereka bisa ngehandle itu, seberapapun jarak yang ngebentang diantara mereka. Kalo aja temen gue gak pernah berpikiran kaya gitu, mungkin aja mereka masih jadian sampe sekarang.
Gak tau deh ah kalo soal ngerasa gak pantes gitu, berarti semua soal pikiran kita masing - masing yah, soal ego sih.
Peri biru saya bilang, kalau dia benci saya yang sekarang, saya itu rumit, katanya.
Ya, mungkin memang dia yang belum kenal saya lebih dalam, iya mungkin saya memang lebay, tapi saya selalu membahas semuanya ke hal yang kecil, hal yg mendasar, karena semua hal besar, diawali dari hal kecil kan?!
Masalah prinsip
Pola pikir gue, cara gue mandang hidup emang susah buat dimengerti, tapi ya kalo kamu coba buat ngerti, aku bakal nyoba lebih ngerti lagi soal pola pikir kamu.
Aku tau, pasti posisi kamu gak nyaman, aku juga gak nyaman, nge
(jangan ada yng berfikir gak nyaman disini karena faktor pembalut yang geser!)
Aku juga gak mau nyalahin kamu yah, mending nyalahin lampu (serius ah, gak lucu nyeeet!)
Postingan gue yang paling pertama, ngebahas soal lilin
Gue cuma gak mau, gue jadi lilin terus, gak enak rasanya.
Peri biru juga bilang, kalo semuanya jadi lebih berat, gak seperti yang dia (dan gue) pikirkan kalo semuanya bakal sama seperti waktu proses.
Ya emang gak akan sama kan, waktu masih proses, kamu bilang sayang ke aku aja aku bisa ampe loncat - loncatan, teriak - teriak di lapangan (ya memang bukan hal yang aneh buat seorang Philosophia)
Karena ya waktu proses, belom ada hubungan yang lebih mengikat dan status kepemilikan, walaupun kamu gak setuju sama teori aku soal hubungan yang mengikat dan status kepemilikan ini, karena emang kita belum berhak, belum waktunya sampai menyandang status Mr dan Mrs.
Ya pasti udah lah, pasti dari tiap tingkatannya bakal tambah perasaan, atau apa yah namanya, yang lebih dan makin mengikat. Dan pasti udah lebih mengikat lagi kalo udah menyandang status Mr dan Mrs.
Mungkin itu juga yang jadi faktor, walaupun gue bingung juga, kenapa kenyataannya proses lebih menyenangkan daripada kalo sudah bener - bener dapet.
Gue pernah jadian sama seseorang, prosesnya mah menyenangkan banget, berbunga - bunga citra lestari gimana gitu, tapi pas udah jadian
Nyeh! gak ubahnya dari replika sebuah neraka, udah ketauan banget tuh kalo gue ampe nikah ama dia bakal cerai di tahun pertama. ( kalau nikah aja cerai di tahun pertama, ya pacaran harusnya gak ampe nikah lah -_- mana tahaaaan )
Dan gue juga masih bingung, kenapa yah.
Karena kata "Sayang" adalah kata yang jarang terucap, bukan juga maksudnya kalo udah jadian kata sayang itu jadi gak penting. Cuma ya gimana, kalo jadian, pasangan bilang "Aku sayang kamu", pasti ya dibalas dengan "Sayang kamu juga" atau semacamnya lah.
Gak kaya waktu masih proses, aku ngomong "Pagi sayang", pasti kamu balesnya lama, nunggu reda dulu karena hati kamu udah berbunga - bunga dan flying - flying melting - melting gimanaaa gitu.
Tadinya, aku kepikiran sampe sini, dan aku jadi gak mau ngesahin hubungan ini, ya biarin aja jadi kaya gitu. Tapi gak mungkin juga kan, gak mungkin juga gantung terus gitu. Yang ada.. malah, ya kamu ngerti sendiri lah
Dan gue masih bingung
kenapa
dengan proses dan hasil dari proses itu
kenapa
Apa emang rasa penasaran?
Kalau udah jadian kan rasa penasaran itu gak sekuat dulu
Tau deh ah
Biarlah waktu bicara bawa papirnya
Hush!
Biarlah waktu bicara bawa takdirnya
Maaf, maaf
abis temen gue kalo nyanyi gitu mulu ha ha ha
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
Philosophy of Philosophia,
Romancinta Bertika
Subscribe to:
Posts (Atom)