Asap yang dulu mengepul kini mengepal, meninju gaung nada picisan yang menemani kaki - kaki renta yang menjembatani meja kursi. Mengalunkan pemikiran yang entah apa, untuk sekedar beristirahat dari pikulan yang kini kian berdebu oleh makhluk berjaring yang anti sosial.
Kokoh pun kikis, terurai dan larut. Pasang pun surut. Kembali bersama ombak yang membelai mesra mengenang derai tawa yang kian sendu. Sedu sedan. Membelai tiap helai ganggang - ganggang mimpi yang kini sudah terlanjut berarak dalam jingga. Dan pecah, menuju ke tempat yang akan membuat anjing - anjing yang membaca koran dengan pipanya kembali menyalak riang.