Showing posts with label Iseng-iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng-iseng. Show all posts

02 January 2012

Saya putus di hari pertama di awal tahun ini

Hari pertama di tahun 2012, hujan tidak kunjung berhenti. Mengisolir saya di dalam kamar 3x4 yang harus saya bayar perbulan itu. Tapi itu tidaklah penting, karena yang penting adalah hp saya digetar oleh nomor tidak terkenal. Beginilah isinya,

yank. beliin dulu pulsa simPATI di nomor baruku ini. sekarang penting, nanti aku tlpn trmis.

Sumpah demi apapun itu apa banget, apa coba trmis itu? terima kaish? Eh, seharusnya bukan hal itu yang saya permasalahkan ya. Sumpah demi apapun itu apa banget, saya tidak pernah memanggil Zilla "yang", apalagi dengan "nk", begitu juga sebaliknya. Tapi smsnya tetap saya bales. Beginilah isinya,

s@#$%^ dulu. kamu katanya janji mau ny@#$%^ aku.

Tapi tidak dibalas, lalu saya sms lagi.

yank. nomor lamanya dihapus apa gimana nih

Masih belum dibalas, teruslah berusaha wahai Olip!

yank. coba kau jujur padaku. sayank, masih pantaskah kau kupanggil sayank.

Masih belum dibalas, kali ini saya mulai serius.

yank. kamu jangan mulai lagi deh. kalo dalam 5 menit kamu blm bales kita putus

17,43 detik kemudian saya sms lagi.

KITA PUTUS! gue capek sama lo! dasar binatang jalang! aku ingin hidup seribu tahun lagi!



tragis!

03 June 2011

Tak Los Do Moro


Talk Less Do More, tapi diplesetin sama orang Jawa jadi Tak Los Do Moro, yang Insya Allah artinya "dilepas pada datang". Entah kenapa saya lebih suka sama plesetannya. Entahlah, mungkin karena sedang merasakannya.

09 February 2011

Joe and Donna

Jadi, pada awalnya saya hanya menggabungkan judul lagu The Beatles dan Bob Marley and The Wailers menjadi quote untuk saya pribadi. Let it be, time will tell. Tapi ujungnya ketika saya sedang mendengarkan lagu di WinAmp jadi terbesit ide untuk membuat sebuah cerita dari judul lagu. Dan beginilah jadinya, sebuah kisah cinta antara Joe dan Donna.


 

Sepertinya tidak bisa dizoom, kalau begitu saya kasih ini aja deh


24 December 2010

top status

Semalem saya iseng nyoba aplikasi facebook, my top status in 2010. Ini hasilnya,

1. Saya yakin Islam cinta damai, begitu pula dengan Kristen, Katolik, Yahudi, Hindu, Buddha, dan semua agama lainnya. Hanya orang - orang dengan kepentingan politik tertentu yang mengatasnamakan agama tertentu yang menjadikannya seperti sekarang ini. Yang ingin menghapuskan toleransi dan menghitamputihkan warna pelangi.

Ditulis karena saya merasa muak atas propaganda dan yang terhasut dengan propaganda itu sendiri. Ayolah kita semua bersaudara, harusnya kita tau siapa musuh kita sebenarnya. Ayo buka mata!

2. Cita - citaku ingin jadi vokalis, biar bisa bobo sama presenter dan vokalis vokalis lainnya


Saya paham kalau kalian jauh lebih paham atas dasar apa saya menulis ini.

3. "Dibilangin, sekarang mah tergantung orangnya. Mau pake sombong apa nggak. Semoga kita bukan masuk ke golongan tersebut."

Ditulis berdasarkan potongan obrolan antara saya dan kakak saya.

4. Ya Allah, aku mau jadi Spider-Man

Ditulis sebagai doa. Semoga dikabulkan.

5. Many people listen to Bob Marley just because they smoke weed, but they don't get the message, also the philosophy of those songs. And they claim themself as a "Rastaman". What a pity.

Ditulis karena saya sangat muak, oleh orang - orang yang merusak reggae dari dalam. Sehingga membuat orang menstigmakan reggae = ganja. Mereka teriak - teriak mengaku kalau mereka Rastaman, padahal saya berani taruhan mereka bahkan tidak akan tau siapa itu Rastafari Makonnen.

6. Inilah kasih sayang yang ku pasrahkan padamu, dengan tanpa peduli bagaimana engkau membalas

Sebuah lirik dari the Panasdalam. Merupakan lagu cinta yang tidak muluk - muluk, realistis, namun sangat mengena ke hati menurut saya.

7. Bila cinta tak indah bagimu mengapa kau tetap bertahan

Sama seperti di atas.

8. terimakasih Tuhan untuk tahun yang sangat mengagumkan kemarin dan aku siap untuk tahun yang jauh lebih mengagumkan tahun ini.

Ditulis pada saat tahun baru, sebagai ungkapan terimakasih karena saya masih diberi kesempatan.

9. Abu mengelabui Yogyakarta, Yogyakarta pun menjadi kelabu.

Ditulis pada saat merapi meletus, sebagai ungkapan bela sungkawa.

10. Sebenarnya saya bisa balas, Tapi biar saja, biar Tuhan yang balas.

Ditulis untuk mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya via facebook. Dimana terlalu banyak sehingga saya tidak bisa membalasnya satu persatu.

27 October 2009

Gaya bahasa

Waktu itu sedang pelajaran Bahasa Indonesia dan sedang mencari unsur intrinsik dari sebuah cerpen yang didiktekan.

Saya sudah selesai, yo wes aku turu.

Bangun - bangun udah ngebahas soal majas - majas gitu kan. Terus gurunya nanya siapa yang bisa kasih contoh majas, dan terjadilah dialog ini.

Ibu Guru : Ada yang bisa kasih contoh majas?
Olip : (Angkat tangan) Bu! tunjuk saya dong!
Ibu Guru : Coba Philo!
Olip : Majas sarkasme, bu!
Ibu Guru : Contohnya?
Olip : ANJING LU!

PT ABC

Kali itu sedang pelajaran Akuntansi, guru saya sedang membacakan soal.

Soal pertama

"PT. ABC mempunyai 5 orang karyawan yang bekerja 5 hari seminggu, pertanyaannya adalah.."


"Berapakah jumlah karyawan PT. ABC", Celetuk saya yang dibalas tawa sekelas.

Pas saya lihat Ibu Gurunya juga ketawa, terus katanya, pertanyaannya Tentukan AJP

Soal kedua

"Sebuah perusahaan memasang iklan untuk 10x terbit, baru terbit 8x, pertanyaannya sama seperti tadi."

"Apaan bu? Jumlah karyawan PT. ABC?", celetuk saya lagi yang dibalas tawa sekelas lagi.

13 July 2009

Budaya

Kita semua sering liat sendiri kan di jalan - jalan ada tulisan permak lepi's atau vermak Lepi's, cervis kunci, atau semacamnya lah.

Tulisan yang tidak sebagaimana mestinya

Tadinya gue pikir itu budaya Indonesia, sampai gue liat ini



Dan ini

09 June 2009

Stunts! chapter three

Dan suara lemah tak berdaya itu akhirnya dibalas dengan "KODOK BOKER! KODOK BOKER!"

Bagai gayung bersambut air (jangan lupa disiram yang bersih ya, Dok)

Akhirnya diambil lagi Baygon aerosol beserta geretannya tersebut. Sempat terjadi adu mulut tentang siapakah yang memiliki kuasa tertinggi untuk melakukan perbuatan nista ini.

Fandy mengambil Baygon tersebut dan berdalih, "Udah gua aja!gue tau semua sudut di kosan ini!"

Akhirnya Fandy ke balkon, dari balkon dia mengendap, nyemburin api dari ventilasi.
Anak - anak pada ketawa, tapi gak terdengar suara dari Kodok.

Iyalah, gak mikir, ventilasinya kan tinggi, kodok kan bokernya jongkok, ya gak bakal nyampe.

Akhirnya saya ke depan WC, kalian tau kan pintu WC yang dibawahnya ada kotak gitu, tujuannya buat ventilasi? nah kotaknya saya jebol.

Dika ketawa girang, Kodok langsung loncat dari posisi bokernya dan make celana, dan

BLAZE! HAHAHAHAH

Sumpah iseng, orang lagi boker..hahaha

(mulai saat itu saya tidak lagi memanggil Kodok dengan sebutan Kodok, melainkan Swikee!)

Anak - anak ngakak, gak bisa berhenti.

Dan bla dan bla dan bla. Akhirnya kami pulang.

Dilaporkan dari tempat kejadian, 2 senar putus, 3 gelas pecah, 1 botol pecah, dan kamar sudah tidak ada bentuknya lagi.

Sesampainya di rumah, ada sms yang sangat mengharukan dari Dika, begini bunyinya.


Lo, Fandy terancam dikeluarkan dari Kosannya, ahahahahahahahahahah

Stunts! chapter two

Akhirnya udahan dulu tuh mainannya, sekarang balik lagi mainan kapsul Cina. Tapi kali ini kapsulnya dibuka, jadi sekarang puyer Cina! ide awal dari Dika.

Kapsulnya aja bikin mau muntah, pas kapsulnya dibuka rasanya pengen mati. Dika kena puyernya sendiri, akhirnya di balkon dia gak berenti - berenti ngeludah, Kodok ngakak, dimasukin puyernya ke mulut kodok yang lagi nganga.

Hahaha, akhirnya kita turun, ke Warteg, makan.

Si Fandy jemput Buduk (kalian sudah bisa membayangkan wujud mahkluk ini dari namanya saja, bukan?) yang sudah menunggu dijemput daritadi.

Kita balik lagi ke kosan, gak lama Buduk dateng.

"Eh anak baru - anak baru! gak adil nih ada yang belom kena."

Akhirnya kita MANGGANG BABI!

ahahaha

bener - bener nyampe balkon deh tuh, bener - bener dipojokin, bener - bener..

ngakak deh lo kalo liat hahaha.

Akhirnya balik lagi ke kapsul Cina lagi (yang sebelumnya sudah disemprot Baygon dan dibakar dari dalam beserta kapsulnya. Ini ditujukan untuk menambah kentalnya aroma obat tersebut.

Udah kan tuh bener - bener (kali ini bukan) capek (tapi kasian ama Buduk). Udahan deh tuh mainnya.

Anak - anak (biasa tuh anak muda jaman sekarang) pada patungan beli rokok sama A'o. Pada minta patungan sama saya kan, "ogah, gua kagak minum kagak ngerokok!"

Terus minta patungan ama Kodok, lah si Kodok mana, ilang.

Dika teriak, "Dok! patungan dok!"

Cuma terdengar suara "Ho'oh" tak berdaya dari dalam kamar mandi.

Stunts! chapter one

Jadi kemarin saya ke kosannya Fandy. Ada lumayan banyak juga yang kesana, yang saya kenal sih ada saya, Dika, sama Kodok, sisanya baru kenal disana.

Diawali dengan hari yang membosankan, nyampe sana gak tau mau ngapain, karena tujuan awal pergi kesana malah gak jadi. Akhirnya anak - anak ada yang mulai tewas, Dika mulai tepar ngantuk, Kodok main Ukulele, Fandy ngeliatin dua temennya yang main catur.

Saya ngapain?

Biasa, saya pecicilan. Kalau saya bosan cuma ada dua kemungkinan, kalo gak bener - bener diem, ya ngegeratak.

Saya ngambil semacam bak gitu yang ditaro di kolong kasur gitu, saya ngambil - ngambilin spidol, daripada mubazir. Terus saya ngelait ada obat Cina gitu, gak tau deh itu apa, saya nanya ke Fandy, dia juga gak tau itu apa. Saya nemu raket listrik.

Saya masukin aja jarinya Dika yang lagi anteng ke dalem raket itu.

Bunyi pletek - pletek dan percikan yang beradu antara jari Dika dan raket listrik itu menandakan bahwa..

PERANG TELAH DIMULAI!

Saya ngeliat ke samping kanan ada Baygon Aerosol, saya ngeliat ke samping kiri ada geretan (korek api). Kalian bisa membaca pikiran saya?

MARI KITA BAKAR - BAKARAN!! Saya lupa korban pertama saya siapa, sepertinya Kodok, hahah, kemudian Dika, semua saya semprot api yang menyala - nyala (kalian sudah tau kan kalau korek api disemprot aerosol akan jadi seperti apa)

Saya nyemprot Dika, Dika ketawa - tawa terus lari,
Dua orang teman Fandy tetap anteng main catur.

Saya nyemprot kodok, dia heboh, sampe akhirnya lari - lari ke balkon dan saya sudutin, jadilah main Counter Strike secara real disana.
Dua orang teman Fandy tetap anteng main catur.

Fandy ngerebut aerosol dari tangan saya, akhirnya perang api deh tuh,
Dua orang teman Fandy tetap anteng main catur.

Akhirnya capek, dua orang teman Fandy gak tau deh tuh kemana, kayanya makan.
Akhirnya saya ngambil kapsul cina yang tadi, saya cekokin Dika,hahaha. Abis itu semua kena giliran satu - satu. Semua merasakan rasa yang sama, ingin muntah!

Cuma tinggal berempat, mulai lagi bakar - bakaran. Fandy lari, ngumpet ke balkon, saya kunci aja dia di balkon, hahah yang punya kosan malah dikunciin.

Fandy teriak - teriak minta dibukain, kita tinggal aja dia di atas, kita turun ke bawah.

Niatnya sih ngeledekin dia dari bawah, haha. Akhirnya turun, udah puas deh tuh ngeledekin dia, akhirnya masuk lagi.

Naik tangga, dan..

Anjrit, pintu kamarnya ke konci, feeling gue gak enak nih,

tiba - tiba dari belakang..

BLAZE!! Api lewat depan muka gue, gue kepanasan dulu bentar, ketawa - ketawa terus mulai lagi perangnya,

Semua kena, Dika bulu tangan kanannya abis, rambut kanannya Fandy kena dikit, jenggot gua ludes dan berasa alis gue panjang sebelah, HAHAHAHAHA.

Kodok belom kena! kurang ajar!

12 May 2009

Crank 2

Alkisah saat itu saya sedang berada di Beatz, Citos.

Disamping saya Alda dan di rak seberang ada Kae. Pada saat itu saya sedang menunggu Dika sama Tantya. Si Kae lagi nungguin cowoknya.

Jadi waktu itu rencananya Saya - Alda, Dika - Tantya mau nonton gitu kan. Tadinya ngajak Kae ama cowoknya, eh kata Kae gak bisa, cowoknya ada acara lain. Lah tau - tau pas saya lagi di Beatz tuh orang (si Kae) udah di sebelah saya aja.

Mana si Dika ama Tantya belom dateng.

Saya nelpon Dika, beginilah . .

Olip : Dimana lu?
Dika : Bentar, bentar lagi ngisi bensin.
Olip : Oh ya udah cepetan

Akhirnya saya naik tuh ke lantai 2 Beatz, biar Dika dateng nyari - nyariin, eh ternyata tunggu punya tunggu Dika gak dateng - dateng.

"Babi! Nih anak pasti modus dah!"

Akhirnya saya turun, Alda minta keluar, akhirnya saya keluar, setelah pamitan sama Kae dulu bentar.

Saya ke bioskopnya kan tuh, duduk duduk. Nungguin, Dika masih gak ada kabarnya juga.

Babi! Tadi katanya isi bensin. Udah selama ini belom nyampe - nyampe.

Akhirnya saya telpon,

Olip : anamid lau?!
Dika : Udah sampe, udah diparkiran
Olip : Oh ya udah nanti lo langsung masuk bioskopnya aja yak! Lo minta aja tiketnya ke mbak - mbaknya bilang aja temennya yang kriting tadi yang mesen tiket.
Dika : Oh, ya udah, studio berapa?
Olip : 2, udah cepetan, gue ama Alda udah di dalem bioskopnya nih, udah nonton duluan.

HAHAHAH, padahal kondisi saat itu saya sama Alda masih di ruang tunggu bioskopnya, boro - boro udah masuk, mesen tiket aja belom.

Dari situ, gak lama Tantya sms

"Aku udah sampe"

Akhirnya saya telepon Tantya.

Olip : Eh dimana?
Tantya : Ini, udah nyampe, dibawah.
Olip : Oh yaudah, nanti lo langsung ke bioskop aja yah, gue ama Alda udah di dalem
Tantya : Oh yaudah, studio berapa?
Olip : 2, udah sini cepetan masuk!

Gak lama Tantya sms, "Seat berapa?"

Saya bales, "M12-M15"

Akhirnya saya narik Alda buat ngumpet ke posisi strategis gitu, jadi dari situ kita tetep bisa liat mereka dan mereka (kalo merhatiin sih) masih bisa liat saya sama Alda.

Alda bilang, "Eh tuh Dika!"

Saya langsung narik dia mundur, Dika udah ama Tantya udah ama Kae juga, lah padahal si Kae udah ama gue tadi ngapa ujung - ujungnya jadi korban juga..

Belakang saya ternyata WC, dan ada Mbak - mbaknya yang jagain Wc situ.

"Bentar mbak! numpang ngisengin orang.", kata saya

Mbaknya hanya tersenyum.

Dika, Tantya dan Kae beneran nyamperin ticketingnya, mereka nanya - nanya gitu.

Saya ketawa - ketawa,
Eh mbak - mbak yang jaga Wc dibelakang saya malah ngakak.

Ngeliat tampang tuh tiga anak bingung, saya nelpon mereka dengan tawa yang masih serasa belum puas untuk dikeluarkan.

"Nengok ke WC deh.", suruh saya sambil dadah - dadah.

Akhirnya saya nyamperin mereka deh

btw, Crank filmnya nerek bais dah!

09 May 2009

Dan mereka memanggil saya . .

Oke, berikut peringkat tiga besar, mari kita menghitung mundur.

3) Aryo The Adams





2) Jimi The Upstairs






1) Giring Nidji





Sebenernya sih gak cuma itu, ada aja dah orang - orang yang bilang gue mirip sama orang - orang terkenal. Ada yang bilang gue mirip Aji Idol, Tria Changcut, kele okereke, Bob Marley ampe Lenny Kravitz dan bla dan bla dan bla (kayanya gue bakat yah jadi vokalis).

Tapi yang paling parah si yang tiga besar itu (ini udah kaya pengumuman pemenang lomba futsal segala ada peringkatnya).

Apalagi Giring, capek banget gue tiap kali jalan di keramaian, ada aja orang neriakin gue giring (tapi biar gimana gue masih bersyukur, daripada diteriakin maling), segala anak bocah lah ngarakin gue sambil tepok tangan udah kaya penganten sunat. Padahal kala itu, rambut gue gak ada mirip - miripnya ama Giring. Udah jelas Giring itu keriting dan gue keribo kusut gitu. Rambutnya giring turun ke bawah, rambut gue ngembang ke atas, apalagi waktu itu rambut gue (yang gue juga bingung modelnya apa) pokoknya kanan kirinya dipapak pendek deh, belakangnya agak panjangan dikit, dan sisanya mumbul diatas udah kaya ayam (temen gue sih nyebutnya "monas") dan gue herannya, tetep aja dipanggil gitu -_-


Tapi itu semua kan gara - kara gue kriting kribo orang sinting naik kebo, kalo rambut gue lurus, gue udah kebayang bakal dipanggil siapa,


Alda Changcut





30 April 2009

Cerdas cermat

Kewarganegaraan kali itu, (seperti biasanya) Bu Guru meminta saya untuk maju ke depan.

Entah kenapa sepertinya Bu Guru suka banget nyuruh saya maju, sepertinya beliau suka daun muda.Kenapa beliau suka daun muda? mungkin karena daun ganja itu memabukkan dan daun pepaya itu pahit, mungkin? Siapa tahu?!

Udah ah gak usah dibahas, entar gak kelar - kelar!

Eh tapi daun pintu sama daun jendela belum disebut, daun Touch me juga belum disebut.

Udah ah Lip! Udaaaah!

Jadi waktu itu saya disuruh maju seorang diri (walau pada akhirnya setelah saya di depan saya disuruh menunjuk 5 orang lagi untuk mendampingi saya)

"Sekarang kalian akan membahas Permasalahan Internasional, nah yang tidak disuruh maju, bertindak sebagai perwakilan negara. Yang bagian sini sebagai perwakilan Asia, dan bagian sini sebagai perwakilan Eropa dan Amerika", Kata Bu Guru seraya menunjuk dan membagi kedalam kelompoknya masing - masing.

"Oh, kita main PBB - PBBan yak bu?", Jawab saya mempermudah istilah Bu Guru.

Pertanyaan pertama deh tuh, dari Asia,

Kenapa Aceh memisahkan diri dari Indonesia

Dan diperberat oleh Bu Guru,

"Kenapa GAM memutuskan untuk separatis dari NKRI, dan Pemimpin GAM itukan melarikan diri ke Swedia, bagaimana pendapat kamu? Mulai dari Philo!"

Ah.. Um..

"Jadi kan ya..umm..aaa, Aceh itu merasa tidak adil karena bla bla bla dan Pemimpin GAM itukan meminta suaka politik bla bla bla", jawab saya (males nulisnya, panjang! -_- )

"Iya, baik, jadi Philo sudah menjawabnya dengan sempurna...."

"The backbone yah Bu?", selak saya sebelum Bu Guru menyelesaikan omongannya.

"Selanjutnya, pertanyaan kedua."

Terus si Samsu nanya deh tuh.

"Itu, mengapa David yang mahasiswa Indonesia bisa terbunuh di Singapura."

Mampus gue!
David siapa nih! Gue mana pernah nonton berita!
(fyi: Saya gak suka nonton TV, menurut saya TV itu cuma kotak yang membodohkan)

"David siapa bu? kemaren saya nonton NAIF masih lengkap personelnya semuanya!"

Akhirnya dijelasin deh tuh siapa itu David.

Tapi tetep ajalah, me*eketehe, Polisi aja ngibung apalagi gout!

"Iya terus bagaimana tanggapan kalian mengenai kasus tersebut?"

"Uuum.. Kata Ibu saya, kita gak boleh ngomongin orang yang udah meninggal!", jawab saya enteng.

Ibu Gurunya malah terkekeh manja.

03 April 2009

Jangan lakukan apa yang saya lakukan

Saya kelar ulangan, seperti biasa laya berlari - lari dengan tante girang, loncat - loncat tangga, muter balik dan bla dan bla dan bla. Lalu saya lewat di depan kelas X-A, Disana pintunya terbuka, saya melihat ada Bu Widi, guru biologi saya kelas sepuluh dulu, saya samperin deh.

Saya sapa dengan ramah, dia menjawab dengan marah,
"Jangan berisik!", begitu katanya.

"Bu boleh salim gak?", tanya saya seraya langsung ngambil tangannya (diambil buat salim bukan buat dibawa pulang)

Terus Bu Widi ngajak saya ngobrol, tentang apa gitu, saya lupa. Seinget saya sih dia waktu itu ngegepin saya peluk - pelukan sama Aura Kasih di SMP. Tapi saya jelaskan itu semua cuma rumor, sisanya humor.

Seperti gosip foto saya yang beredar ketika saya sedang berhubungan intim dengan Aura Kasih, itu hanya rekayasa kamera! Dan anak hasil dari hubungan saya dan Aura Kasih tersebut hanyalah rekayasa genetika!

Semuanya hanya rekayasa, apa sih yang gak bisa direkayasa jaman sekarang ini, cinta aja bisa, coba denger lagunya Elvis Ukaisih, "Kalau cinta sudah direkayasa".

Begitulah, setelah ada konfrensi pers dengan Bu Widi akhirnya beliau mengerti juga.

Saya langsung ke bangsal nyamperin Dayu.

"Day, dipanggil Bu Widi tuh! Urusan OSIS, masalah dana apa gimana gitu gue lupa!", Suruh saya kepada Dayu (Padahal mah sebenernya dipanggil juga kagak, soal dana itu juga cuma rekayasa)

"Ah serius lu?", Tanya Dayu

"Serius! tadi gue udah!" Sambung Goro yang sepertinya sudah mulai pengertian dengan permainan saya.

Disamperin deh tuh Bu Widi, dari kejauhan saya bisa dengar Bu Widi bilang,

"SIAPA YANG MANGGIL KAMU?!"

Berselang sepersekian detik, turun berolah Panji dari lantai 2

Saya baru saja ingin mengulang hal yang sama seperti yang saya lakukan terhadap Dayu kepada Panji, tapi Dayu sudah menyelak duluan.

"Ji, lo dipanggil Wali Kelas lo tuh di X-A!!"

"Ah serius lo?" Tanya Panji yang langsung mengubah arah perjalanan ke X - A

Dari kejauhan saya bisa dengar

"SIAPA YANG PANGGIL KAMU? KAMU PASTI DIKERJAIN NIH! SIAPA YANG NYURUH KAMU KESINI?"

"Dayu, bu!" Jawab Panji

"MANA DAYU?! SURUH MENGHADAP IBU!"

25 March 2009

Fusion

Jadi gini, waktu itu sekolah saya ngadain acara futsal - futsalan gitu deh. Berhubung saya OSIS, ya sudah pasti acaranya kerjaan OSIS saya, dan sudah pasti saya adalah panitia. Saya bagian MC sama komentator pertandingan.

Tapi saya sadar kok saya bukan Panitia yang baik. Waktu MCnya sih masih mending, pas komentator pertandingan,

Pertama tama masih bener, lama - lama ngomenin bolanya pake sok - sok an Bahasa Jepang, kalo ada yang nendang bola ke gawang saya langsung teriak, "O-Na-Ni-Shoot-O-Ta!!!" (saya sih dengernya waktu Tsubasa mau nendang bola ngomongnya gitu.) Terus kalo ada bola keluar, teriak, "KIDZU BENTO" gitu - gitu deh, ampe akhirnya saya bosen, terus pergi aja ngeluyur.


Langsung pergi ke stand gitu. Biasanya sih ngegodain Mas - Mas Hop Hop. Abisan masnya freak, topinya dikesampingin gitu, udah gitu kalo ngobrol ngomonginnya insto mulu, cabul nih orang.

Terus ke stand sebelahnya, ada Paparons Sunda yang bersebelahan dengan stand Kerak Telor. Hahaha disini kita bisa melihat dengan jelas perbedaan telor dadar Itali dan telor dadar Betawi.

Sisanya stand gitulah, makanan minuman yang bikin murtad. Mahal bangat!

Saya ke seberang, ke stand action figure gitu.

Dimain - mainin, udah kaya anak kecil main, ada action figure di tangan kanan, ada action figure di tangan kiri, diadu deh tuh (tapi berhubung saya kini sudah dewasa, saya mengadunya dengan cara yang lebih dewasa)

Sambil nanya,

"Bang, yang ini berapaan?" Sambil megang tuh action figure dan tetep ngacak - ngacak tuh stand

"Empat ratus ribu" Jawab abangnya sambil matanya ngeliat ke saya bentar, terus ngeliat lapangan lagi, nonton futsal.

"Nolnya banyak banget bang!" Jawab saya sambil tetep megang tuh action figure dan tetep ngacak - ngacak tuh stand.

Akhirnya abangnya ngeliat ke saya dan teriak,

"EEEEH..LU MAIN PAKE PERASAAN DONG ADUUUUH!!"

Terus saya ninggalin aja tuh stand, menyisakan action figure yang udah berganti posisi..

Ada yang main sendiri



Ada yang main berdua




Balik lagi deh ke meja pantia terus bilang,

"Bagi yang ingin mencoba, Paparons banting harga! sekali lagi bagi yang ingin mencoba Paparons banting harga, Kerak telor banting stand!"

Abis itu muter - muter deh pake Megaphone bilang, "Turunkan SPP!"

Terus balik lagi ngacak - ngacak peralatan medik dan begini hasilnya



Pokoknya gitu lah.

Vandal merk kau semata

Ini dari Mas Laci



Ini balesan dari saya




Ini yang suka niban - nibanin gambar di jalan, gantian saya yang tiban


21 March 2009

Teman saya baru beli sepatu


Waktu saya foto sepatu ini, pas lagi pelajaran geografi. Terus gurunya nyindir,

"Itu sepatunya baru ya sampe harus ditaro di atas meja?"

Terus saya bawa aja sepatunya ke depan, terus langsung persentasiin perbedaan sepatu kanan dan kiri di depan kelas.

Tiba - tiba kelas yang tadinya sedang membahas daya dukung maksimal berubah menjadi pembahasan tentang sepatu Taman Puring. Apalagi gurunya, sangat bersemangat membahasnya.

08 February 2009

19 December 2008

Apa ini apa itu?




Gambar ini diambil ketika Nanda sedang mencoba mengambil entah apa yang dia coba ambil