Samsu,
Di kala saya masih bersama icul, saya menjadi Joker, dan Icul menjadi Harley Quinn-nya
Sering kali saya merasa minder.
Karena Samsulah Joker sebenarnya, dengan jidat yang lebih lapang dan rambut seadanya, hidung besar, serta senyum yang lebar.
Samsu oh Samsu
Samsu, yang sedang main ke rumah Ical bersama beberapa anak - anak yang lain.
Mereka duduk di semacam Pos,
sampai akhirnya seorang ibu - ibu datang, dan menyapa,
"Bang, Ojek, bang!!"
Memang saya akui
Muka samsu memang supel, mudah beradaptasi dengan semua golongan.
Hari sebelumnya, dia sempat dituduh sebagai kuli bangunan di rumah ical yang notabene sedang direnovasi.
Showing posts with label langsung dari narasumber. Show all posts
Showing posts with label langsung dari narasumber. Show all posts
04 February 2009
Samsu oh samsu
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber,
salah seorang yang salah sendiri
31 January 2009
Tribut to Eighty-Oners!
Sebuah kisah terjadi di saat ada percobaan di laboratorium
Dimana tersedia Mie, tahu, manggis, Pepaya, mangga, pisang, jambu, Halaaah kenapa jadi nostalgia lagu TK.
Dan dimana ada beberapa item yang harus dibakar memakai spirtus
Lalu ada orang yang malah main masak - masakan
Kita sama - sama paham, siapakah orang ini
Dia membakar tahu, lalu diicip.
Masih wajar.
Di meja juga tersedia telur dan tahu yg telah dicampur larutan lugol dan sebangsanya, sehingga warnanya menjadi hijau pekat dan sisanya menjadi oren layaknya the Jak mania.
Dan dengan batas antara Genius dan Imbecile yang tipis, dia menggabungkan tahu, mie dan manggis lalu dibakar.
Salah seorang temannya mengusulkan untuk memberikan topping larutan lugol berwarna Hijau serta oranye itu ke tahu, mie, manggis dan kawan - kawan yang dari tadi sedang dibakar.
Dan dengan batas antara Genius dan Moron yang tipis, dia menggabungkan itu semua.
Dibakar hingga berwarna kecoklatan, tepatnya kehitaman.
Tunggu sampai aroma "lalet kena raket listrik"nya tercium
Dan dengan batas antara Genius dan Idiot yang tipis, dia mencobanya, saudara - saudara.
Mengunyah dengan nikmatnya.
Hingga akhirnya dia sadar terdiri atas campuran apa saja mainan masak - masakannya itu.
Dan cerita ini diakhiri di atas wastafel
Dimana tersedia Mie, tahu, manggis, Pepaya, mangga, pisang, jambu, Halaaah kenapa jadi nostalgia lagu TK.
Dan dimana ada beberapa item yang harus dibakar memakai spirtus
Lalu ada orang yang malah main masak - masakan
Kita sama - sama paham, siapakah orang ini
Dia membakar tahu, lalu diicip.
Masih wajar.
Di meja juga tersedia telur dan tahu yg telah dicampur larutan lugol dan sebangsanya, sehingga warnanya menjadi hijau pekat dan sisanya menjadi oren layaknya the Jak mania.
Dan dengan batas antara Genius dan Imbecile yang tipis, dia menggabungkan tahu, mie dan manggis lalu dibakar.
Salah seorang temannya mengusulkan untuk memberikan topping larutan lugol berwarna Hijau serta oranye itu ke tahu, mie, manggis dan kawan - kawan yang dari tadi sedang dibakar.
Dan dengan batas antara Genius dan Moron yang tipis, dia menggabungkan itu semua.
Dibakar hingga berwarna kecoklatan, tepatnya kehitaman.
Tunggu sampai aroma "lalet kena raket listrik"nya tercium
Dan dengan batas antara Genius dan Idiot yang tipis, dia mencobanya, saudara - saudara.
Mengunyah dengan nikmatnya.
Hingga akhirnya dia sadar terdiri atas campuran apa saja mainan masak - masakannya itu.
Dan cerita ini diakhiri di atas wastafel
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber,
salah seorang yang salah sendiri
29 December 2008
Kado Panji
Panji mau ulang tahun, jadi dia sedang merayu - rayu Bokepnya buat minta kado.
"Pah, bentar lagi ulang tahun nih, ngadoin apa?"
"Lu maunya apa? kaos kaki apa gantungan kunci?"
"Yah elah, masa gituan, mobil kek!"
"Mobil? mau yang kenceng apa yang pelan?"
"Yang kenceng lah!"
"Mau yang kenceng?"
"Iye"
"Yang battrenya 4 apa yang battrenya 6?"
"Pah, bentar lagi ulang tahun nih, ngadoin apa?"
"Lu maunya apa? kaos kaki apa gantungan kunci?"
"Yah elah, masa gituan, mobil kek!"
"Mobil? mau yang kenceng apa yang pelan?"
"Yang kenceng lah!"
"Mau yang kenceng?"
"Iye"
"Yang battrenya 4 apa yang battrenya 6?"
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber
12 December 2008
Efek rumah barbie
Menjelang Tardigras
Nad yang notabene penggemar Efek Rumah Kaca (kalo saya sih penggemar efek rumah miring) bertanya kepada Rara
"Ra, Efek Rumah Kaca jam berapa? siang apa malem?"
Tiba - tiba Cory menjawab
"Ya siang lah Nad, kan ada sinar matahari - sinar mataharinya yang mantul2 gitu."
Ck ck ck..Cory..Cory..Bukannya istighfar
Nad yang notabene penggemar Efek Rumah Kaca (kalo saya sih penggemar efek rumah miring) bertanya kepada Rara
"Ra, Efek Rumah Kaca jam berapa? siang apa malem?"
Tiba - tiba Cory menjawab
"Ya siang lah Nad, kan ada sinar matahari - sinar mataharinya yang mantul2 gitu."
Ck ck ck..Cory..Cory..Bukannya istighfar
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber,
salah seorang yang salah sendiri
Bagus bangeeet!
Ba’da Solat Zuhur, anak – anak sedang memakai sepatunya masing – masing. Beberapa sedang iseng melempar sepatu orang lain, dan sisanya tidak ngapa – ngapain karena sepatunya disita. Hah? Di sita? Sita temennya Icul? Ngapain dia ngumpetin sepatu anak – anak Sumbangsih, iseng amat sih, heran?!
Sampai tiba – tiba guru sejarah saya datang, sebut saja namanya Bagus, halah emang namanya bagus, wiih bagus banget yah namanya. Guru saya yang ini mempunyai hobi yaitu ke WC, halah semua orang juga mau gak mau harus ke WC setiap harinya. Tapi dia punya WC sendiri yang saya belum pernah lihat orang lain main – main ke WC itu, karena kuncinya dia bawa – bawa terus. Jadi dia masuk dan langsung mengunci pintunya, entah apa yang dia lakukan di dalam, lalu keluar lagi dan mengunci lagi pintunya, entah kenapa WC itu tidak dibuka untuk umum. Yaiyalah, WC kan ditutup, kalo dibuka ya malu dooong, masa diliatin orang – orang, kan udah gede. Yasudahlah apapun yang dilakukan bapak itu, kita tidak boleh Suudzan, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing – masing.
Sudahlah tidak usah dibahas, itu hanya intermezzo. Okeh! Kita mulai saja ceritanya, ayo anak – anak duduk yang manis.
Guru saya itu kebingungan, entah apa yang dia cari, yang pasti bukan anak kambing (eh mungkin saja yang di WC itu anak kambing?! Mungkin gak sih?!)
“Kamu lihat sepatu bapak gak?”, tanya beliau (halah daritadi kata gantinya “dia” kenapa jadi “beliau“ gini tiba – tiba) kepada Panji.
“Nggak, pak.”
Kemudian si guru itu sibuk mencari lagi, tak lama datang lagi ke Panji.
“Kamu lihat sepatu bapak gak?”
“Kagak Pak!”
“Lah kamu kan daritadi duduk disini.”
“Lah saya gak lihat sepatu bapak, sepatu bapak aja saya gak tau yang mana?!”
Dialog itu terulang beberapa kali, bukan salah pita kaset, entah salah siapa, kalian tebak saja sendiri.
“Sepatu bapak mana?”, lagi – lagi dia nanya lagi.
Sampai akhirnya ada salah seorang teman saya yang berkata,
“Bapak pake sendal, kali!”
“Oh iya! Untung kamu ngingetin!”
-___________-
Sampai tiba – tiba guru sejarah saya datang, sebut saja namanya Bagus, halah emang namanya bagus, wiih bagus banget yah namanya. Guru saya yang ini mempunyai hobi yaitu ke WC, halah semua orang juga mau gak mau harus ke WC setiap harinya. Tapi dia punya WC sendiri yang saya belum pernah lihat orang lain main – main ke WC itu, karena kuncinya dia bawa – bawa terus. Jadi dia masuk dan langsung mengunci pintunya, entah apa yang dia lakukan di dalam, lalu keluar lagi dan mengunci lagi pintunya, entah kenapa WC itu tidak dibuka untuk umum. Yaiyalah, WC kan ditutup, kalo dibuka ya malu dooong, masa diliatin orang – orang, kan udah gede. Yasudahlah apapun yang dilakukan bapak itu, kita tidak boleh Suudzan, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing – masing.
Sudahlah tidak usah dibahas, itu hanya intermezzo. Okeh! Kita mulai saja ceritanya, ayo anak – anak duduk yang manis.
Guru saya itu kebingungan, entah apa yang dia cari, yang pasti bukan anak kambing (eh mungkin saja yang di WC itu anak kambing?! Mungkin gak sih?!)
“Kamu lihat sepatu bapak gak?”, tanya beliau (halah daritadi kata gantinya “dia” kenapa jadi “beliau“ gini tiba – tiba) kepada Panji.
“Nggak, pak.”
Kemudian si guru itu sibuk mencari lagi, tak lama datang lagi ke Panji.
“Kamu lihat sepatu bapak gak?”
“Kagak Pak!”
“Lah kamu kan daritadi duduk disini.”
“Lah saya gak lihat sepatu bapak, sepatu bapak aja saya gak tau yang mana?!”
Dialog itu terulang beberapa kali, bukan salah pita kaset, entah salah siapa, kalian tebak saja sendiri.
“Sepatu bapak mana?”, lagi – lagi dia nanya lagi.
Sampai akhirnya ada salah seorang teman saya yang berkata,
“Bapak pake sendal, kali!”
“Oh iya! Untung kamu ngingetin!”
-___________-
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber,
salah seorang yang salah sendiri
09 December 2008
Like mother like daughter
Masih ingat Puput?
Yang pernah saya muat ceritanya di cerita ini
Okay sekarang saya akan bercerita tentang percakapan yang terjadi di keluarganya.
“Bu, ibu musti tau yah, cowok yang ditaksir Puput tuh mukanya kayak combro!”, kata kakaknya Puput kepada ibunya. ( ibunya siapa? ya ibunya Puput lah, masa ibunya saya, iseng amat! Btw, tenang saja, kalian gak sendirian kok, saya juga bingung kenapa banget musti combro.)
“Mana nak, mana nak, sini ibu liat.”, jawab ibunya dengan bijaksana.
“Nih bu!”, kata kakaknya sembari menunjukan foto lelaki itu, halaaaah jadi kaya judul lagu Souljah -_-
“Ah ngga kok, gak kaya combro, manis kok....”, jawab ibunya.
“...kayak misro”, sambung ibunya lagi. -_-
fyi yang underlined bisa diklik
dan rasanya misro memang manis, seperti saya ;))
wakakakak
Yang pernah saya muat ceritanya di cerita ini
Okay sekarang saya akan bercerita tentang percakapan yang terjadi di keluarganya.
“Bu, ibu musti tau yah, cowok yang ditaksir Puput tuh mukanya kayak combro!”, kata kakaknya Puput kepada ibunya. ( ibunya siapa? ya ibunya Puput lah, masa ibunya saya, iseng amat! Btw, tenang saja, kalian gak sendirian kok, saya juga bingung kenapa banget musti combro.)
“Mana nak, mana nak, sini ibu liat.”, jawab ibunya dengan bijaksana.
“Nih bu!”, kata kakaknya sembari menunjukan foto lelaki itu, halaaaah jadi kaya judul lagu Souljah -_-
“Ah ngga kok, gak kaya combro, manis kok....”, jawab ibunya.
“...kayak misro”, sambung ibunya lagi. -_-
fyi yang underlined bisa diklik
dan rasanya misro memang manis, seperti saya ;))
wakakakak
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber
07 December 2008
Hari potong kambing sedunia
Okey
Semua berjalan aman, pagi ini gue gak gumprang - gumprang, terus gue cek, gak ada nying - nying, dan gak ada sapi masuk rumah gue.
Thanks God!
Gue ke masjid, berhubung udah rame jadi gue dapet di luarnya, gak di dalem mesjidnya. Untung gue bawa sajadah. Tapi pas gue liat - liat kok aneh yah.
Sebelah kanan gue bapak - bapak, belakang gue juga bapak bapak.
Tapi kok depan gue ibu - ibu, kiri gue juga ibu - ibu, LHA INI GIMANA BANGET SHAFNYA -_-
Tau ah, gue menjalankan semuanya seperti biasa, dan di penghabisan gue baru inget, kebangetan banget dah MASA GUE LUPA WUDHU LAGI -_-
Selesainya, gue pulang, semua masih aman, gak ada nying - nying masuk panci, gak ada sapi masuk rumah, dan gak ada sapi masuk panci, kalo ampe ada, ya gue bingung.
Gue makan, tiba - tiba..
Emang sih gak ada nying - nying yang masuk panci, gak ada sapi yang masuk rumah.
Tapi ada orang gila masuk rumah gue -_-
Namanya Ida Bego, cukup famous sih di Pondok Pinang, lebih famous daripada Dewi Perssik, cuma kalo soal body sih, boleh diadu. Diadu sama kambing, tau ah BETE gue, udah biasa sih beliau (halah beliau) masuk rumah orang, cuma ganggu ritual makan banget ah hahah, untungnya dia gak ngambil barang. Jadi dia suka masuk ke rumah orang terus buka kulkas terus ngambilin barang, gue curiga mungkin dia pura - pura gila biar bisa makan gratis.
Ya sudahlah akhirnya gue berangkat ke sekolah buat jadi panitia Qurban.
Pas gue nyampe, gue kaget banget ada sapi, yaa entah sapi atau kebo, mungkin anoa tapi yang pasti itu gede banget. Temen gue bilang sih itu kuda. Gue gak setuju itu kuda, gue rasa itu Baphomet yang sudah ditaklukan! Hail to the Lord! kerajaan setan telah ditaklukan, halaah hahah apa sih lip!
Lagi ngeliat Baphomet itu mengantar nyawanya Dayu datang, dan bilang,
"Masa tadi gue telat solat"
"Hah gimana?"
"Iya kan tadi gue nyampe, terus gue duduk kan lagi khotbah gitu. Gue bingung kok khotbah dulu yah, tapi ya gue pikir emang gitu, lo tau gue, kan. Tapi kok khotbah kelar, orang - orang pada pulang."
" -_-' , udah day? kalo udah gue mau liat sapi lagi nih."
Ngomong - ngomong, selamat Idul Adha semuanya
fyi, kata kata yang underlined bisa diklik untuk melihat gambar
Semua berjalan aman, pagi ini gue gak gumprang - gumprang, terus gue cek, gak ada nying - nying, dan gak ada sapi masuk rumah gue.
Thanks God!
Gue ke masjid, berhubung udah rame jadi gue dapet di luarnya, gak di dalem mesjidnya. Untung gue bawa sajadah. Tapi pas gue liat - liat kok aneh yah.
Sebelah kanan gue bapak - bapak, belakang gue juga bapak bapak.
Tapi kok depan gue ibu - ibu, kiri gue juga ibu - ibu, LHA INI GIMANA BANGET SHAFNYA -_-
Tau ah, gue menjalankan semuanya seperti biasa, dan di penghabisan gue baru inget, kebangetan banget dah MASA GUE LUPA WUDHU LAGI -_-
Selesainya, gue pulang, semua masih aman, gak ada nying - nying masuk panci, gak ada sapi masuk rumah, dan gak ada sapi masuk panci, kalo ampe ada, ya gue bingung.
Gue makan, tiba - tiba..
Emang sih gak ada nying - nying yang masuk panci, gak ada sapi yang masuk rumah.
Tapi ada orang gila masuk rumah gue -_-
Namanya Ida Bego, cukup famous sih di Pondok Pinang, lebih famous daripada Dewi Perssik, cuma kalo soal body sih, boleh diadu. Diadu sama kambing, tau ah BETE gue, udah biasa sih beliau (halah beliau) masuk rumah orang, cuma ganggu ritual makan banget ah hahah, untungnya dia gak ngambil barang. Jadi dia suka masuk ke rumah orang terus buka kulkas terus ngambilin barang, gue curiga mungkin dia pura - pura gila biar bisa makan gratis.
Ya sudahlah akhirnya gue berangkat ke sekolah buat jadi panitia Qurban.
Pas gue nyampe, gue kaget banget ada sapi, yaa entah sapi atau kebo, mungkin anoa tapi yang pasti itu gede banget. Temen gue bilang sih itu kuda. Gue gak setuju itu kuda, gue rasa itu Baphomet yang sudah ditaklukan! Hail to the Lord! kerajaan setan telah ditaklukan, halaah hahah apa sih lip!
Lagi ngeliat Baphomet itu mengantar nyawanya Dayu datang, dan bilang,
"Masa tadi gue telat solat"
"Hah gimana?"
"Iya kan tadi gue nyampe, terus gue duduk kan lagi khotbah gitu. Gue bingung kok khotbah dulu yah, tapi ya gue pikir emang gitu, lo tau gue, kan. Tapi kok khotbah kelar, orang - orang pada pulang."
" -_-' , udah day? kalo udah gue mau liat sapi lagi nih."
Ngomong - ngomong, selamat Idul Adha semuanya
fyi, kata kata yang underlined bisa diklik untuk melihat gambar
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber,
Reaksi,
salah seorang yang salah sendiri
04 December 2008
Kronologis lebih tragis
Heran yah kenapa ada sapi di ruang tamu?
Sama, yang pasti sapi itu untuk keperluan kurban, sedang diangkut pick up untuk dipindahkan, sang sapi loncat dan lari, terjadilah kejar – kejaran film India antara sapi putih bertanduk tumpul itu dengan si abang supir pick up, bedanya disini tidak ada tarik menarik sari dan sapinya tidak berjoget – joget setiap kali melihat pohon.
Terang saja abangnya Dayu shocking pink. Lagi nyuci mobil basah – basah seksi tau – tau dari spion terlihat sapi berlari makin lama makin kencang ke arah rumah.
Yang saya heran, kenapa gitu sapinya lari – lari udah bener – bener lurus tau – tau tiba – tiba belok gitu aja ke rumah Dayu.
Mungkin sapi itu tau rumah Dayu banyak makanan ringan dan juga sering jadi tempat mesum makanya dia iseng – iseng nyoba kali aja ketemu sapi betina juga.
Yang jelas, Dayu mematung, diam gak ngapa – ngapain masih shock tau – tau ada sapi masuk rumah, abangnya Dayu marah – marah kenapa Dayu diem aja, abang – abang pick upnya heboh.
Dan nyokapnya Dayu berniat keluar kamar, buka pintu dan disambut oleh wajah seekor sapi nan lugu.
Nyokapnya Dayu hanya bisa istighfar sekencang – kencangnya diikuti dengan menutup pintu, sekencang – kencangnya juga.
Sama, yang pasti sapi itu untuk keperluan kurban, sedang diangkut pick up untuk dipindahkan, sang sapi loncat dan lari, terjadilah kejar – kejaran film India antara sapi putih bertanduk tumpul itu dengan si abang supir pick up, bedanya disini tidak ada tarik menarik sari dan sapinya tidak berjoget – joget setiap kali melihat pohon.
Terang saja abangnya Dayu shocking pink. Lagi nyuci mobil basah – basah seksi tau – tau dari spion terlihat sapi berlari makin lama makin kencang ke arah rumah.
Yang saya heran, kenapa gitu sapinya lari – lari udah bener – bener lurus tau – tau tiba – tiba belok gitu aja ke rumah Dayu.
Mungkin sapi itu tau rumah Dayu banyak makanan ringan dan juga sering jadi tempat mesum makanya dia iseng – iseng nyoba kali aja ketemu sapi betina juga.
Yang jelas, Dayu mematung, diam gak ngapa – ngapain masih shock tau – tau ada sapi masuk rumah, abangnya Dayu marah – marah kenapa Dayu diem aja, abang – abang pick upnya heboh.
Dan nyokapnya Dayu berniat keluar kamar, buka pintu dan disambut oleh wajah seekor sapi nan lugu.
Nyokapnya Dayu hanya bisa istighfar sekencang – kencangnya diikuti dengan menutup pintu, sekencang – kencangnya juga.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber
Lebih tragis!
Viano, kakak dari Dayu sedang mencuci mobil.
Semua berjalan seperti orang mencuci mobil pada umumnya, sampai dia melihat ke spion, shock, dan berteriak,
“DAYU, TUTUP PINTUNYAAA!!”
Dayu hanya berjalan santai, keluar kamar, sambil masih terus bertanya – tanya kenapa sih teriak –teriak. Abangnya Dayu terus berteriak – teriak, dan Dayu hendak menutup pintunya.
Tapi apa daya
Semua sudah terlambat
Ada SAPI di ruang tamu.
Semua berjalan seperti orang mencuci mobil pada umumnya, sampai dia melihat ke spion, shock, dan berteriak,
“DAYU, TUTUP PINTUNYAAA!!”
Dayu hanya berjalan santai, keluar kamar, sambil masih terus bertanya – tanya kenapa sih teriak –teriak. Abangnya Dayu terus berteriak – teriak, dan Dayu hendak menutup pintunya.
Tapi apa daya
Semua sudah terlambat
Ada SAPI di ruang tamu.
Untuk melihat postingan yang senada, klik :
langsung dari narasumber
Subscribe to:
Comments (Atom)