Showing posts with label Alitnaaing. Show all posts
Showing posts with label Alitnaaing. Show all posts

16 February 2010

Cokelat

Kejadian ini terjadi jutaan tahun silam, saat dimana saya masih disebut dengan istilah "Piyik". Ketika itu saya sedang berada di rumah saudara saya, dan dengan rasa ingin tahu yang tinggi saya membuka kulkas, dan dengan rasa sok tahu yang tinggi saya teriak,

"Cokelaaaat!!"

Saudara saya langsung datang dan berkata, "Itu bukan cokelat, Yo. Itu terasi."

"Bohong, itu cokelat!"

"Bukan itu terasi!"

Yang terpampang adalah sebuah benda berwarna coklat yang dibungkus plastik, mungkin karena itu saya salah menyangka bahwa terasi adalah cokelat, karena saat itu bentuk terasi belum berbentuk seperti ini


Kalau saja waktu itu terasi bebentuk seperti itu pasti saya tidak akan salah sangka bahwa yang ada di kulkas itu adalah cokelat. Pasti saya bersikeras kalau itu adalah permen.

"Cokelat!"

"Terasi!"

Cokelaaaaaaaaaaat!"

"Iya, iya itu cokelat."

Merasa menang, saya ambil itu terasi, dan saya makan dengan lahap dan dengan sukses saya muntahkan,

"Tuh kan! terasi! dibilangin juga apa?!"

"Tadi katanya cokelat!"

06 June 2009

Kenapa jujur itu salah.

Waktu saya kecil kan bokep kerja di CNI gitu yah, terus ada telpon gitu, saya angkat..

Yang nelpon : Halo
Olip : Halo!
Yang nelpon : Papanya ada dek?
Olip : Nggak ada, lagi pergi. Emang ini siapa?
Yang nelpon : Dari CNI, emang papa kemana dek?
Olip : Lagi kerja ke Amway
Yang nelpon : (nutup telpon)

Abis itu saya langsung diomelin nyokep saya.

FYI, CNI dan AMWAY adalah rival, bokep gout aja yang maruk kerja di dua duanya

29 December 2008

Cang Cing Nyak Babe

Ini terjadi ketika saya masih SD, saya lupa tepatnya kelas berapa yang pasti saat itu saya belum tau arti dari istilah "schizoprenic" (yaiyalah jago baget kalo anak SD antar kelas 1-3 udah ngerti begituan; pasti kalo gak nyokepnya psikolog, ya bokepnya psikopat ha ha ha)

Saya waktu itu study tour, dan nyokep saya bilang "Kamu pulang nanti bareng encing aja yah?!"

Encing? malu ah udah gede masa puyangnya encing di ceyana.

Halah, iya encing! darah Betawi masih mengalir di darah saya, jadi saya dibiasakan memanggil tante saya dengan sebutan encing. Bukan hanya itu kepada saudara lain saya juga dibiasakan memanggil Inde (bahasa Menado artinya tante) dan dibiarkan tidak tahu nama aslinya. Malah yang lebih parah saya dibiasakan memanggil menurut tempat tinggalnya, seperti Mama Pamulang, (Alm) Mama Halim. Jadi ya jangan salahkan ku, salahkan infra bercinta.

Akhirnya pulang dari Study Tour itu saya duduk saja di depan ruang guru, karena memang encing saya staff pengajar disana.

Sesekali melongok - longok, mencari - cari, dan duduk lagi menunggu dalam sepi. Halaah

Tiba - tiba guru saya lewat, dan bertanya,

"Philo, kamu ngapain sendirian? nungguin siapa?"

"Encing."

"Hah?"

"Encing"

"Oooh, encing kamu, namanya siapa?"

"Encing"

"Iya namanya?"

"Encing"

"Iya nama encing kamu siapa?"

"Enciiing, pokoknya namanya enciiiiiing!!!"

Akhirnya saya sukses membuat keramaian, guru - guru keluar semua, saya ngambek - ngambek yang ngamuk - ngamuk anak kecil gitu.

Dan mereka hanya bisa bertanya - tanya siapakah encing itu

Sampai akhirnya encing saya datang dan saya tetap ngotot namanya encing -_-

03 August 2008

Seribu

Saya dan teman sebangku saya baru dari ruang guru, selepas membantu guru saya membawa buku, kami diupah seribu berdua. Pada saat itu seribu masih bisa beli nasi uduk dan kenyang.

Tapi kan ini seribu berdua, berarti saya gope dan teman saya gope, mau ke koperasi menukarkan uang, ga penting banget cuma gopean dua doang.

Akhirnya kembali ke kelas, saya duduk, membuka tas dan berkata, "Eh sini seribunya, gua ada gopean nih."

Teman saya menjawab, "Ogah! berarti lu dapet seribu gua cuma dapet gope! enak di elu!"

Saya mendadak lemas.

29 July 2008

Salah paham

Saya sedang kebosanan di rumah (Almarhumah) tante saya, terlalu "rapi" untuk ukuran seorang anak kecil.

"Ehm.. ada komik nggak?", tanya saya.

"Ngga ada, disini biasanya pake OBH combi."

22 July 2008

Es krim Woles

Ada anak bertanya pada kakaknya..

"Mbak, aku boleh makan es krim gak?"

tidak perlu dijawab, sebuah gelengan kecil saja sudah bisa membuat anak kecil sakit hati.

Berdiri sendiri di depan pagar, meratapi diri yang tidak boleh makan es krim.

Hingga saya melihat cahaya terang, saya rasa itu surga, suara mengalun bagai nada yang makin meyakinkan saya itu surga..

"TENONET TENONET TENONENONET" (OST eskrim woles)

Saya meloncat dan bergelantungan di atas pagar. Saya berteriak, memanggil sang abang yang waktu itu terlihat sangat rupawan bagi anak kecil yang sedang ngidam es krim.

"BANG!!"

"TERUS BANG JALAN!!"

"SAYA GAK BELI ES KRIM!!"

"SAYA LAGI SAKIT, AYO BANG TERUS JALAN!!"

"IYA TERUS, NAH TERUS, ABIS ITU BELOK KIRI!!"

"IYA BANG!! BELOK KIRI..BANG..BELL..LOOOOK....!!"

dan ketika si abang berbelok dan hilang dari pandangan saya menangis dengan kerasnya.